Artikel

Kumpulan artikel informatif seputar Pemerintahan, Pertanian dan Ketahanan Pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mengapa Perlu Penambahan Probiotik Pada Pakan Ternak
23 Sep 2022

Mengapa Perlu Penambahan Probiotik Pada Pakan Ternak

                                                                Oleh                                                      Gusva Yetti SPt MM                                                                                                                 Pengawas Mutu Pakan              Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung PAKAN merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi dan produktivitas ternak. Dengan pemberian pakan yang cukup baik kualitas dan kuantitas sesuai kebutuhan fase umur dan fisiologi ternak signifikan memberikan peningkatan pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi. Selain itu pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam agribisnis peternakan. Tantangan penyediaan pakan yang berkualitas dan aplikatif dilapangan, murah, ketersediaanya kontiniu serta disukai oleh ternak serta signifikan memberikan dampak positif kepada ternak baik kesehatan, pertumbuhan, produksi dan produktivitas ternak semakin dirasakan oleh kalangan peternakan. Keterbatasan ketersediaan hijauan berkualitas yang tidak kontiniu faktor musim, limbah pertanian yang berpotensi sebagai hijauan pakan ternak tapi rendah nilai gizi, harga pakan konsentrat yang tinggi menjadi salah satu permasalahan ketersediaan pakan sehingga dapat menggangu pertumbuhan, reproduksi maupun produksi ternak lainnya yang berdampak terhadap menurunnya tingkat keuntungan atau pendapatan peternak. Pemberian bahan pakan lokal yang sebagian dianggap tidak berkualitas dapat  diformulasikan dengan bahan yang berkualitas lainnya dengan penambahan feed suplemen  ataupun zat aditif lainnya, ataupun dengan pengolahan bahan pakan menjadi feed komplit sesuai kebutuhan ternak. Salah satu solusi untuk meningkatkan dan menjaga produktivitas ternak dengan memaksimumkan pasokan nutrien kepada ternak yang optimal sesuai dengan genetiknya, dengan menambahkan bahan pakan aditif berupa PROBIOTIK, vitamin, mineral makro dan MINERAL MIKRO untuk dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas serta menjaga kesehatan ternak dari infeksi saluran pencernaan Probiotik adalah feed additive yang dapat meningkatkan kinerja fungsi rumen, salah satunya mengandung bakteri selulolitik yang tinggi, agar dapat memanfaatkan hijuan dan limbah pertanian dan limbah industri, secara efisien untuk menghasilkan produk ternak yang maksimal. Fuller (1989) menyatakan bahwa probitiotik merupakan pakan aditif berupa mikroba hidup yang dapat meningkatkan keseimbangan dan fungsi pencernaan hewan inang, manipulasi mikroflora saluran pencernaan untuk tujuan peningkatan kondisi kesehatan serta meningkatkan produksi.  Probiotik ini juga dapat berperan dalam menyediakan enzim yang mampu mencerna serat kasar (SK) dan dapat menghasilkan asam (bakteri asam laktat). Sehingga dapat dikatakan bahwa prinsip kerja probiotik yang dalam sistem pencernaan dengan  adanya mikroorganisme hidup yang dapat meningkatkan keseimbangan dan fungsi pencernaan bagi hewan inang dan mampu memperbaiki mikroflora saluran pencernaan, sehingga meningkatkan kecernaan.   Di samping itu pada penambahan probiotik juga perlu juga memperhatikan kondisi organ pencernaan seperti lambung (rumen) ternak yang sudah ada mikrobanya juga. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa dengan penambahan probiotik pada sapi mampu menyediakan NH3 di rumen untuk sintesis protein mikroba, dimana protein mikroba ini merupakan sumber protein bagi ternak ruminansia. Selanjutnya bahwa dengan penambahan probiotik pada pakan lengkap dapat meningkatkan kecernaan, konsentrasi NH3, dan VFA secara in-vitro. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan probitok dapat meningkatkan daya cerna pakan, meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Kriteria Probiotik Produk probiotik ini telah memenuhi beberapa persyaratan yaitu : 1. Mengandung mikroorganisme hidup  Adapun probiotik harus memiliki kriteria tidak boleh bermusuhan dengan mikroba yang sudah ada dalam tubuh. Mikroba tersebut tidak boleh saling menghabisi, sebaliknya harus saling       menguatkan, sehingga hasil positif yang didapatkan 2. Stabil dalam penyimpanan Probiotik yang digunakan harus dapat bertahan hidup dalam penyimpanan/ kemasan sehingga pada saat diaplikasikan dapat langsung berfungsi. 3. Mampu bertahan hidup sampai saluran pencernaan 4. Memberikan pengaruh yang menguntungkan ternak : laju pertumbuhan, meningkatkan efesiensi pakan, meningkatkan produksi dan kesehatan ternak. Manfaat Probiotik Probiotik dapat meningkatkan performa dari hewan ruminansia khususnya sistem pencernaan saat ditambahkan ke dalam pakan. Meningkatkan kecernanaan pakan sehingga kandungan  gizi dan nutrisi pada pakan dapat lebih yang diserap oleh hewan juga lebih banyak. Meningkatan efisensi penggunaan pakan. Pakan yang diberikan dalam jumlah yang sedikit namun mampu memberikan peningkatan produksi dan produktivitas ternak Dengan peningkatkan produksi dan produktivitas ternak terlihat dari laju pertumbuhan/ penambahan berat badan, produksi susu, telur pada unggas Laporan  penelitian menyatakan bahwa pemberian probiotik pada sapi limosin cross bisa memberikan ADG 4 ons lebih tinggi daripada sapi yang tidak diberi probiotik. Sapi yang digunakan selama penelitian kenaikan ADG nya rata – rata 1,25 kg/ekor/harinya. Penelitian lainnya melaporkan bahwa penggunaan probiotik pada ransum, dapat meningkatkan produktivitas ayam ras pedaging dan petelur serta ayam kampung. Disamping itu bahwa penambahan probiotik dalam ransum ternak sapi Bali telah memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja mikroba rumen (Harmaini,2014) Memperbaiki kesehatan; yang  mencakup ketahanan terhadap infeksi penyakit lain oleh antagonisme langsung atau dengan stimulasi kekebalan. Hal ini karena  kecukupan nutrisi yang memadai sapi menjadi lebih sehat dan memiliki antibodi yang kuat untuk menangkal serangan penyakit. Manfaat lain bau amoniak kotoran menjadi berkurang. Sehingga kandang tidak terlalu bau. Cara Pemberian Probitik Pada Ternak 1. Pada air minum. Probio_FM salah satu probitik, hasil    penelitian    melaporkan bahwa    pemberian probiotik  probio_FM  dapat  meningkatkan  jumlah eritrosit  dan  hemoglobin,  serta  mampu  menurunkan  nilai pH dan jumlah bakteri Eshericia coli usus halus  ternak itik Kerinci jantan periode pertumbuhan Disimpulkan bahwa taraf penggunaan Probio_FMplusyang paling efektif pada ayam broiler adalah 10 ml/liter. 2. Dicampur pada jamu-jamu Pemanfaatan jamu bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk hewan.pemberian jamu ini dapat meningkatkan produktivitas ternak, kesehatan ternak bahkan pengobatan. Hal ini dikarenakan bahn baku pembuatan jamu menngandung senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan ternak. Bahannya diantaranya adalah Temulawak, Lempuyang, Kunyit, Jahe, Gula merah, probitik .  Pembuatan jamu herbal untuk ternak tergolong sederhana. Bahan mula-mula dibersihkan  kemudian dicuci, selanjutnya  dirajang dan dihaluskan, direbus setelah dingin disaring kemudian  ditambahkan dengan  larutan probitik seperti Probio_ FM, MA 11 atau  EM4 sebagai  fermentor, dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan didiamkan selama 3 hari terlebih dahulu dan kemudian siap digunakan. 3. Pada pakan baik pada pakan segar maupun pada pengolahan feed komplit Pemberian probiotik  dapat diberikan pada pengolahan pakan menjadi feed komplit melalui proses fermentasi. Feed komplit yang terdiri dari hijauan dan konsentrat dicampur sesuai kebutuhan dan komposisi/ formulasi ransum ditambahkan probiotik dan molases. Selanjutnya dilakukan proses fermentasi dengan cara memasukkan kedalam drum atau plastik yang kedap udara. Biarkan proses fermentasi berjalan selama 3 hari – 1 minggu. Selanjutnya dapat diberikan ke ternak setelah diangin-anginkan. Daftar Pustaka Dicky Kurniawan , 2020 Probiotik Untuk Ternak Sapi, Bioteknologi LIPI Mabrur Rahman, Ade Tiara Yulinda ((2014), Pendampingan Pembuatan Probiotik (Jamu Fermentasi) Untuk  Pengobatan/Kesehatan Ternak Di Desa Padang Gading Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko 1fakultas Peternakan, Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Bengkulu, Indonesia Okta Ardi Saputra1 , Siti Chuzaemian 2 dan Marjuki3, (2014)  Pengaruh Penambahan Probiotik Pada Pakan Ternak Ruminansia Terhadap Kecernaan, Konsentrasi Nh3, Dan Vfa Secara In-Vitro Harmaini (2014) Manfaat Probiotik Pada Ternak, BPTP Kalimantan Tengah, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian RI Manin, F., Ella Hendalia, Yusrizal, 2009. Penggunaan Berbagai Bakteri Bacillus dan Bakteri Asam Lakat Sebagai Sumber Probiotik Dalam Air Minum Terhadap Performans Ayam Broiler. Penelitian Hibah Bersaing Tahun 2009 Manin, F., Ella Hendalia, Yusrizal, dan Yatno 2010. Pengunaan sinbiotik yang berasal dari bungkil inti sawit dan Bakteri Asam Laktat terhadap performans ayam broiler. Laporan Penelitian Strategis Nasional Tahun 2010 Manin., F. Ella H, Yatno dan Pudji Rahayu., 2013. Dampak pemberian probiotik probio_FM terhadap kinerja itik Kerinci jantan. Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Peternakan, Bandung, 12 November 2013. Hal. 235-239.

Gusva Yetti SPt MM Baca Selengkapnya
Pendataan Ternak Berbasis Qr Code, Wujud Modernisasi Peternakan Indonesia
23 Agt 2022

Pendataan Ternak Berbasis Qr Code, Wujud Modernisasi Peternakan Indonesia

Ir. Muhammad Taufiq Alamsyah, S.Pt, M.Sc, IPP Pengawas Mutu Pakan  (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) PETERNAKAN memang memiliki kaitan yang erat dengan sejarah kehidupan umat manusia. Hal ini tak lepas dari peran pentingnya sebagai salah satu sumber pangan protein hewani. Di Indonesia sendiri, sejarah peternakan sudah dimulai sejak masa kerajaan, berlanjut ke pemerintahan Hindia Belanda, hingga era modern saat ini. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sektor peternakan pun turut mengalami perubahan yang signifikan, mulai dari aspek teknis produksi hulu-hilir ataupun pada proses non teknis seperti tahapan perencanaan yang membutuhkan ketersediaan berbagai jenis data.             Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) sebagai stakeholder utama yang bertanggung jawab terhadap perkembangan dunia peternakan di Indonesia tentunya terus berupaya meningkatkan produksi peternakan dalam negeri, melalu pengembangan konsep dan model peternakan maju, yang dalam proses perumusannya membutuhkan akurasi data yang tepat. Dalam kaitannya dengan sumber dan ketersediaan data peternakan, maka sudah tentu akan selalu berhadapan dengan berbagai polemik karena memang data peternakan di Indonesia dimiliki oleh beberapa stakeholder, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementan RI, dan pemerintah daerah. Perwujudan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia tentunya tidak mudah dilakukan, karena memang membutuhkan penyamaan persepsi, metode, serta ego sektoral yang harus dihilangkan oleh masing-masing stakeholder itu sendiri. Ditambah lagi dengan persoalan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi yang dalam proses penanggulangannya membutuhkan ketersediaan data tertentu, mulai dari data populasi, penyebaran, hingga data ternak terdampak. Dalam prosesnya muncul berbagai polemik, seperti kurangnya ketersediaan data, lamanya data tersebut diperoleh, hingga munculnya banyak data yang berbeda dari masing-masing stakeholder yang pada akhirnya menjadi tolak ukur bahwa sebenarnya data peternakan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Bagaimanapun juga, data tidak hanya soal angka, melainkan menjadi suatu pertaruhan penting masa depan peternakan di Indonesia, karena memang data berperan sangat vital dalam perumusan program dan perencanaan peternakan kedepannya. Oleh karena itu, kegiatan penandaan dan pendataan ternak berbasis QR code yang ditegaskan dalam Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 559 Tahun 2022 tentang Penandaan dan Pendataan Hewan dalam rangka Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease), yang pada tahap awal ini difokuskan pada ternak sapi dan kerbau sudah sangat tepat untuk segera dilaksaanakan. Program penandaan dan pendataan ternak berbasis QR Code ini merupakan salah satu terobosan yang telah diupayakan oleh Kementan RI sejak lama, yang akhirnya dapat diwujudkan di tahun 2022. Melalui penggunaan tanda pengenal berupa eartag atau penanda telinga dengan cetakan QR Code ini, akan menjadi identitas ternak yang terhubung secara digital. Nantinya, segala informasi teknis seperti lokasi, kepemilikan, kondisi kesehatan, dan pergerakan ternak tersebut akan terpantau secara otomatis dalam aplikasi yang masing-masing dipegang oleh petugas di Kabupaten/Kota ataupun Provinsi. Program ini seolah menjadi jawaban, dari berbagai persoalan pendataan ternak di tingkat Nasional ataupun daerah. Peluang dan Tantangan Pelaksanaannya di Babel             Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai salah satu daerah terdampak PMK, tentunya turut menjadi perhatian pemerintah pusat, terkait pelaksanaan program penandaan dan pendataan ternak berbasis QR Code tahun ini. Kegiatan yang ditargetkan selesai di akhir tahun 2022 ini, dalam pelaksanaannya tentu dihadapkan dengan berbagai persoalan. Babel sebagai daerah kepulauan dengan populasi ternak yang tersebar dalam jumlah sedikit, kondisi peternakannya yang didominasi oleh peternak rakyat, serta minimnya pengetahuan peternak tentang teknologi, tentu menjadi tantangan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan program ini.             Melihat kondisi eksisting peternakan Babel yang cukup kompleks dengan berbagai polemiknya, maka beberapa strategi yang dapat dilakukan guna mewujudkan program ini antara lain: 1) Pelatihan petugas aplikasi di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota harus segera dilaksanakan; 2) Sosialisasi di tingkat peternak dengan mengedepankan komunikasi yang mudah dipahami bagi peternak; dan 3) Meningkatkan keterlibatan pihak lain diluar pemerintahan, seperti aparat kepolisian (Bhabinsa) hingga akademisi (peneliti/mahasiswa). Jika memang strategi ini dapat terlaksana, maka bukan tidak mungkin penandaan dan pendataan keseluruhan ternak sapi di Babel yang berjumlah 16.468 ekor (BPS, 2021) dapat segera diwujudkan di tahun ini.  Harapan Ke Depan             Dalam mengakhiri tulisan ini, harapan kita selanjutnya berada di pundak pemerintah pusat dan daerah sebagai pelaksana fungsi regulasi, petugas lapangan sebagai pelaksana fungsi teknis, serta peternak sebagai penerima regulasi untuk mampu bersinergi positif dalam mewujudkan program penandaan dan pendataan ternak berbasis QR code ini. Tahapan berikutnya adalah bagaimana pemerintah nantinya mampu untuk memelihara data yang sudah ada, serta menjamin terlaksananya program ini setiap tahunnya. Sudah saatnya sektor peternakan kita berbenah menuju arah yang lebih baik, dan semua itu diawali dengan tersedianya data peternakan yang real time, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan, dan semoga ungkapan “Satu Data Indonesia” tidak hanya sekedar menjadi semboyan belaka.

Ir. Muhammad Taufiq Alamsyah, S.Pt, M.Sc, IPP Baca Selengkapnya
Idul Fitri dan Cara Cerdas Memilih Daging yang ASUH
30 Apr 2022

Idul Fitri dan Cara Cerdas Memilih Daging yang ASUH

Oleh: Catur Nugroho, AMd (Pengawas Mutu Hasil Pertanian  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) IDUL FITRI sebentar lagi. Berbagai persiapan dilakukan umat muslim untuk menyambut hari kemenangan itu setelah berpuasa sebulan penuh. Tidak saja baju yang baru, menu makanan spesial juga turut jadi perhatian untuk menjamu kerabat yang nanti datang bertamu. Idul fitri momen silaturrahmi. Berkumpul bersama keluarga dan sanak famili jadi salah satu  tradisi yang dinanti. Namun ajang kumpul-kumpul tersebut tidak terasa lengkap tanpa hidangan dan makanan lezat seperti opor, rendang, ayam kecap, sambal hati serta kue -kue  yang banyak menggunakan telur maupun susu. Karenanya jelang lebaran produk peternakan tersebut selalu diburu pembeli. Namun produk peternakan gampang dioplos serta memiliki resiko kerusakan yang tinggi.  Banyaknya ditemukan daging sapi gelonggongan dan telur busuk yang dijual pedagang di pasaran menjadi salah satu bukti. Karena itu konsumen mesti berhati-hati. Pastikan produk tersebut Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) sebelum dibeli. AMAN artinya terbebas  dari zat-zat yang membahayakan kesehatan manusia seperti jasad renik penyebab penyakit, racun, residu antibiotika, pestisida, logam,berat, kerikil, pecahan kaca, rambut, bulu dan benda lain tidak lazim. Selanjutnya Sehat artinya produk tersebut berasal dari hewan yang sehat, tidak mengandung kuman penyebab penyakit maupun racun yang membahayakan kesehatan konsumen. Sementara Utuh mengandung arti daging berasal dari satu jenis hewan secara keseluruhan, tidak dipalsukan dengan daging jenis lain dan teriris secara rapi tidak tercabik-cabik. Sedangkan Halal menyangkut cara penyembelihan hewan penghasil daging sesuai dengan aturan agama dan memenuhi aspek kesejahteraan hewan. Daging merupakan salah satu produk peternakan yang gampang rusak. Agar tidak rugi, oknum pedagang nakal mencampurkan dagaing dengan borak ataupun formalin. Padahal boraks sejatinya digunakan untuk membuat campuran detergen, glasi enamel gigi buatan, plastik, antiseptik, pembasmi serangga dan pengawet kayu. Begitu juga dengan formalin. Bahan ini biasanya digunakan sebagai pengawet pada mayat, bahan tambahan kosmetik, perabot kayu dan desinfektan kuat. Boraks bila tertelan dalam jumlah tinggi dapat meracuni sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal dan otak. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama maka dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker. Daging sehat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, (1)Berwarna segar, sesuai dengan warna jenis dagingnya, (2), Beraroma khas, sesuai dengan aroma jenis dagingnya (3) Kenyal alami. Perlu cara yang cerdas untuk memilih daging yang sehat yaitu: Pilihlah daging yang warnanya merah segar, sesuai dengan jenis dagingnya. Hindari memilih daging yang warnanya sudah berubah, misalnya warnanya menjadi merah karena perdarahan, abu-abu, hijau atau biru. Pilihlah daging yang beraroma segar, tidak anyir atau busuk. Pilihlah daging yang kenyal alami. Caranya : teken sebentar daging dengan telunjuk lalu lepaskan. Daging yang baik akan segera kembali ke posisi semula kecuali daging yang sudah di-es-kan. Hindari memilih daging yang lengket di tangan sewaktu ditekan dengan telunjuk, bergetah dan yang permukaannya seolah-olah berlumpur sebab daging yang demikian telah mengalami kerusakan dan tidak sehat untuk dikonsumsi. Kerusakan daging disebabkan oleh dua hal, yaitu karena otolisis dan pencemaran oleh kuman. Daging yang telah rusak dan tercemar kuman bila dikonsumsi akan menimbulkan gangguan kesehatan berupa keracunan, diare atau mencret, tertular penyakit seperti tifus, kolera, desentri dan cacing pita. Kerusakan daging dapat diperlambat dengan cara penanganan daging yang bersih dan higienis serta penyimpanan di suhu dingin atau beku. Selain memilih daging yang sehat, selanjutnya harus diperhatikan adalah penanganan daging yang tepat. Karena daging merupakan salah satu bahan mudah sekali tercemari mikroorganisme  dan menjadi rusak atau busuk. Daging yang tercemari mikroorganisme dapat menjadi media penularan penyakit atau food borne disease, menjadi sumber infeksi atau food infection dan penyebab keracunan Penanganan daging yang benar meliputi : Memisahkan daging dengan jeroan Tidak mencampur satu jenis daging dengan jenis daging lain. Tidak menempatkan daging di satu tempat dengan bahan lain, misalnya sayuran, bumbu, atau benda lainnya tanpa pembatas, agar tidak terjadi kontaminasi silang. Pergunakan peralatan khusus untuk daging, yang tidak dipakai untuk penanganan bahan lain. Tempat daging harus bertutup untuk menghindarkan daging dari debu dan lalat. Daging yang tidak langsung dimasak harus disimpan dalam suhu dingin, sebaiknya dalam suhu 18OC di bawah 0OC atau lebih rendah lagi. (≤ -18OC) Penanganan daging secara bersih meliputi : Menempatkan daging di tempat dan lingkungan yang bersih, tidak dekat tempat sampah atau tempat pembuangan limbah. Peralatan yang kontak dengan daging seperti pisau, talenan, alat penimbang, waskom dan semua peralatan lain yang digunakan harus bersih. Segera dicuci setelah dipakai, bila perlu dicuci dengan air panas, dan dipastikan bersih sebelum dipakai. Alat pengangkutan daging yang digunakan harus bersih, tertutup, dan untuk pengangkutan jarak jauh harus bersuhu dingin. Air untuk mencuci daging dan juga untuk mencuci peralatan harus air bersih. Tempat penyimpanan daging harus bersih dan dibersihkan secara teratur. Mari lengkapi ibadah puasa dan Hari raya Idul Fitri dengan senantiasa memilih dan mengkonsumsi produk hewan yang ASUH. Selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di tengah-tengah kehangatan keluarga. Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.*)

Catur Nugroho, AMd Baca Selengkapnya