BANGKA BARAT—Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi berjanji akan secepat mungkin melakukan normalisasi saluran irigasi di areal persawahan Desa Tuik Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat. Menurut Wagub, percepatan normalisasi irigasi tersebut mesti dilakukan mengingat irigasi merupakan sarana pertanian yang sangat vital dalam mendukung keberhasilan usaha tani padi sawah di tingkat lapang.

“Irigasi merupakan masalah yang paling utama. Oleh karena itu paling tdak di tahun 2021 kita sudah harus menyelesaikan masalah irigasi di Desa Tuik ini,” kata Wagub saat memberikan sambutan pada acara penutupan kegiatan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) di areal persawahan Desa Tuik Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, Kamis (13/2/2020) kemarin.

Ikut mendampingi Wagub, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP, Kepala Balai Proteksi Tanaman Ujang Djohan SP, Kepala Bidang PSP dan Penyuluhan Asdianto SP MT, Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Proteksi Tanaman Sugiansyah SP, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada Balai Proteksi Tanaman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hendra Kusnadi SP dan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Barat Ervina Vivianila SPi MEng.

Karena itu Wagub akan minta instansi terkait untuk segera menyusun anggaran terkait normalisasi irigasi tersebut. Ia berharap aktifitas usaha tani di areal persawahan Desa Tuik dapat maksimal jika saluran irigasi sudah dinormalisasi.

“Dan kita harus mulai dari sekarang karena saat ini kita sedang menyusun rencana kegiatan dan anggaran. Jadi pas hari ini kita kumpul di sini sehingga apa yang diharapkan kawan-kawan di sini terkait irigasi bisa teraliri (nanti) dengan lancar,” ujar  mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung itu seraya minta pihak desa setempat juga ikut membantu kelancaran dan mendukung fasilitas lain pada areal persawahan.

“Jadi kita menghadapi dua persolan. Persoalan yang pertama adalah irigasi. Kemudian ada juga persoalan-persoalan ikutan yang harus dikerjakan. Ini bisa didukung dan didorong melalui dana desa. Jadi kami mengalokasikan sekian dan mikak (pihak desa-red) mengalokasikan sekian dan (setelah) itu baru kita jalan bareng,” tutur wagub yang sesekali menggunakan logat Belitung di hadapan para petani.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP membenarkan jika saluran irigasi pada areal persawahan Desa Tuik belum pernah dinormalisasi sejak dibangun beberapa tahun lalu.

“Irigasi di sini sejak dibangun tidak pernah dinormalisasi. Karena tidak pernah dinormalisasi maka perlu kita lakukan normalisasi.  Nanti akan kita ajukan. Jadi ini nanti akan kita koordinasikan dengan (Dinas) PU (pekerjaan umum) Provinsi (Kepulauan Bangka Belitung),” kata Juadi*).