PANGKALPINANG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, tim medik kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama tim medik kabupaten dan kota akan bergerak ke lapangan guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi prima. 

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi para calon pembeli serta mengantisipasi penyebaran penyakit menular pada ternak, seperti antraks.

“Jenis penyakit ini ada banyak. Cuma yang menjadi perhatian kita saat ini untuk idul kurban ini penyakit yang berpotensi zoonosis, dimana penyakit itu dapat menular ke manusia. Seperti contoh antraks,” kata Ketua Tim Kerja Kesmavet DPKP Babel drh Ahmad Nurhakim dalam Dialog Ruang Publik di Studio 1 TVRI Babel di Pangkalpinang, Selasa (12/5/2026).

Karena itu tim medik akan menyisir lapak pedagang dan peternak lokal. Ahmad Nurhakim mengatakan kegiatan itu dilakukan hingga mendekati Iduladha.

“Bahkan (pemeriksaan) semakin masif H-1 (sehari sebelum iduladha-red) dimana itu titik kritisnya. Bahkan di detik-detik terakhir itu kawan-kawan semakin masif memeriksa sampai maghrib sampai malam untuk memastikan sebelum malam takbiran itu hewan yang akan disembelih itu dalam keadaan sehat “ katanya.

Tidak hanya berhenti pada lapak penjualan, pemantauan akan terus berlanjut hingga hari pemotongan. Tim medik akan disebar ke masjid-masjid atau tempat pemotongan hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan post-mortem (pemeriksaan daging dan organ dalam) guna memastikan daging kurban layak konsumsi dan bebas dari parasit seperti cacing hati.

“Setelah pemotongan (diperiksa lagi) bagaimana tanda-tanda organ yang sehat seperti apa. Kemudian yang sakit seperti apa. Jika ditemukan yang sakit seperti apa tindaklanjutnya,” ujarnya seraya memastikan hewan kurban yang masuk ke wilayah Babel dalam kondisi sehat.

“Untuk antisipasinya kita (sudah) melakukan pemeriksaan dokumen terhadap hewan-hewan yang masuk ke Bangka Belitung baik SKKH (surat keterangan kesehatan hewan) maupun sertifikat veteriner. Mudah-mudahan semua hewan kurban yang ada di wilayah Bangka Belitung saat ini itu sudah bisa dipastikan dalam kondisi sehat,” tambahnya.*)