PANGKALPINANG--Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM memaparkan sejumlah capaian kinerja di hadapan pimpinan dan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka, Jumat (08/04/2022).
Capaian kinerja yang disampaikan Edi terkait pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2021 sekaligus tindak lanjut pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada sektor pertanian Tahun Anggaran 2021.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II Ir Agung Setiawan MM tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Triwahyuni SP MSi, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Sulastri SP MM, Kepala Bidang Peternakan Drh Judnaidy, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP, Subkoordinator Tanaman Tahunan dan Penyegar Adi Sucipto SPt, Subkoordinator Pengembangan Teknologi dan Informasi Pertanian Gunawan Setijo Hartanto SP serta Subkoordinator Lahan dan Irigasi Agus Memet Slamet ST.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM mengatakan capaian kinerja yang ia sampaikan tersebut berasal dari sembilan program yang dijabarkan dalam berbagai kegiatan pada Tahun Anggaran 2021.
“Diantaranya adalah Program Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Program Pengembangan Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan Pertanian, Program Pengembangan Perkebunan serta Program Pengembangan Peternakan dan Kesehatan Hewan,” kata Edi.
“Selain itu juga ada pula Program Peningkatan Pelayanan Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih, Program Peningkatan Pelayanan Teknis Proteksi Tanaman serta Program Peningkatan Pelayanan Teknis Pengembangan Benih Pertanian,” sambungnya.
Pada rapat tersebut sejumlah anggota Komisi II juga minta penjelasan terkait perkembangan kredit usaha rakyat (KUR) sejumlah komoditi pertanian. Menurut Edi program tersebut terus berjalan bahkan jumlah debitur semakin bertambah jumlahnya.
“Sekarang kita menunggu panen untuk porang. Untuk jahe merah ada 400 lebih debitur yang sudah akad kredit dengan perbankan dan bulan Maret yang lalu ada 53 debitur yang sudah panen. Sedangkan untuk KUR sapi nilainya yang sudah terealisasi sekitar lima hingga enam miliar,” tandas Edi.*)