BANGKA SELATAN – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM melakukan penanaman perdana benih kelapa sawit di Desa Nyelanding Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (18/01/202) sore hari ini. Tanam perdana yang juga dihadiri Buapti Bangka Selatan H Riza Herdavid ST MTrIP serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haruldi SP MSi itu merupakan bagian dari Program Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) dalam kerangka pendanaan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPD-PKS).
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM mengatakan PKSP merupakan program strategis pemerintah dalam upaya membantu petani pekebun kelapa sawit meningkatkan produktifitas tanaman.
“Program (PKSP) ini sangat luar biasa. Kalau tanaman kelapa sawit sudah tua lebih dari 25 tahun maka harus diganti. Karena (tanaman tua) produktiftas tidak bagus lagi,” kata Gubernur Erzaldi.
Turut hadir Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Drh Suhadi MM, Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr Suharyanto SP MP, Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr H Wahyudi Himawan SSi MT serta Ketua Koperasi Petani Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H Sukri.
Menurut Erzaldi produktiftas tanaman kelapa sawit sangat berpengaruh terhadap produksi. Karena itu ia menyarankan para petani kelapa sawit untuk mengganti tanaman tua yang tidak produktif dengan tanaman baru.
“Ikutlah PKSP ini karena PKSP ini untuk peremajaan mengganti tanaman kelapa sawit yang telah tua. Harus diganti, sekarang kita tidak bisa lagi menunggu,” ujar Gubernur Erzaldi.
Dijelaskan Gubernur Erzaldi dana peremajaan kelapa sawit sepenuhnya bersumber dari BPD-PKS. BPD-PKS memperoleh dana tersebut dari pungutan ekspor kelapa sawit. Sementara itu dikutip dari bpdp.or.id, BPD-PKS merupakan unit organisasi non eselon di bidang pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan.
“Jadi ekspor kelapa sawit itu ada pajaknya yang memang diperuntukkan replanting (mengganti tanaman kelapa sawit yang sudah tidak produktif lagi-red). Satu hektar dapat 30 juta rupiah,” jelas Gubernur Erzaldi.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haruldi SP MSi menyebutkan target luas areal PKSP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 2.639 hektar. Target luas lahan tersebut tersebar di lima kabupaten dan untuk Kabupaten Bangka Selatan sendiri luas lahan yang ditargetkan sebanyak 816 hektar.*)