PANGKALPINANG -- Ketersediaan beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih sangat cukup.
Bahkan hingga akhir tahun ini stok bahan pangan pokok tersebut tidak akan habis karena masih tersimpan banyak di gudang bulog.
"Laporan dari bulog bahwa (beras) kita masih tercukupi," kata Pj Gubernur Babel Dr Suganda Pandapotan Pasaribu AP MSi MSi saat memberikan arahan pada Kegiatan Gebyar Agrostandar dalam rangka HUT Badan Standardisasi lnstrumen Pertanian (BSIP) Babel, Kamis (21/09/2033).
Karena itu Suganda minta masyarakat untuk tidak panik. Di sisi lain ia juga mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak menebar isu terkait kelangkaan beras yang dapat memicu kekhawatiran masyarakat.
"Jangan membuat isu - isu yang tidak benar di masyarakat kita. Buatlah keteduhan - keteduhan di masyarakat sehingga masyarakat ini tenang," tegasnya.
Terkait harga beras di Babel yang merangkak naik belakangan ini menurut Suganda merupakan persoalan yang mesti diselesaikan bersama. Salah satunya terkait konektivitas yang menjadi kendala karena Babel merupakan daerah kepulauan.
"Selain memang beras sekarang harganya naik di pasaran karena ada sembilan dari negara pengekspor beras sudah mulai mengurangi bahkan tidak lagi mengekspor beras. Artinya ini tantangan bagi Indonesia terutama juga Provinsi Bangka Belitung bagaimana kita bisa menyiapkan pangan yang ada di provinsi kita ini," jelasnya seraya menambahkan potensi lahan pangan di Babel masih sangat luas untuk digarap.
"Saya sudah mengunjungi beberapa tempat seperti di Bangka Selatan, Bangka Barat, lahan kita cukup tersedia. Seperti di daerah Rias ada sekitar 3.000 hektar tetapi saat ini yang dimanfaatkan baru sekitar 1.800 hektar," tambahnya.*)
-- Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber: distan.babelprov.go.id--