BANGKA BARAT—Petani sawah yang tergabung dalam Gapoktan Pakat Desa Tuik Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat didorong untuk menggilir areal persawahan dengan tanaman komoditas lain. Mereka diminta untuk mengatur pola tanam jika padi usai dipanen.
“Selama ini padi menjadi satu-satunya komoditas yang usahakan. Tadi kami sudah sampaikan peluang untuk tanam jagung. Jadi setelah padi selesai ayo kita tanam jagung sehingga lahan tidak nganggur,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP saat temu wicara bersama Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi dalam acara Penutupan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) di Desa Tuik Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, Kamis (13/2/2020) kemarin.
Menurut Juaidi, Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menyediakan benih jagung jika petani Desa Tuik memang sepakat untuk menanam jagung di areal persawahan tersebut.
“Kebetulan kita punya program untuik kegiatan benih jagung. Jagung untuk pakan. Benihnya dari kami, dari dinas. Untuk pembiayan seperti pupuk dan lain-lain kita dorong ke KUR (kredit usaha rakyat),” ujar Juaidi seraya meyakinkan para petani bahwa jagung yang dipanen nanti akan langsung ada yang membelinya.
“Nanti (Gapoktan Pakat-red) kita mitrakan dengan pembeli. Pembeli harus kita hadirkan di sini sehingga nanti ada jaminan pasar dan jaminan harga sehingga ketika msuim panen tiba tidak akan kesulitan untuk menjualnya,” tambah Juaidi.
Dorongan senada juga disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi. Wagub meminta para petani untuk memanfaatkan lahan semaksimal mungkin dan menggilir areal persawahan dengan komoditas tanaman lain.
“Cetak sawah di sini tahun 2006 dan selesai tahun 2008 kemudian selama perjalanan panjang itu yang ditanam hanya padi saja dan setelah itu (lahannya) nganggur, itu tidak boleh. Alam sudah menyediakan (banyak potensi) kepada kita. Bagaimana caranya, kalau panen padi selesai maka tanam lagi misalnya dengan jagung,” kata Wagub.
Sementara itu Ketua Gapoktan Pakat Desa Tuik, IIn Parlian menyambut baik dorongan Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP yang meminta petani untuk menanam jagung pada areal persawahan setelah padi selesai dipanen.
“Alhamddulillah, kami sangat senang sekali. Nanti akan kami data dan pastikan dulu siapa saja dan lahan-lahan mana yang memang berkeinginan untuk menanam jagung. Mudah-mudahan semuanya mau.” Kata Iin.*)