PANGKALPINANG—Direktorat Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitasi Pembiayaan untuk wanita tani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Novotel Bangka Hotel, Senin (23/05/2022).
Kegiatan yang dibuka langsung Direktur Pembiayaan Pertanian Ir Indah Megahwati MP itu diikuti seratus pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian.
Ikut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM dan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Asdianto SP MT.
Direktur Pembiayaan Pertanian Ir Indah Megahwati MP mengatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu dari 34 provinsi di tanah air yang menjadi lokasi pelaksanaan Bimtek. Sebelumnya bimtek serupa juga digelar di Provinsi Lampung.
“MInggu depan kita ada di Jambi. 34 provinsi akan kita datangi,” kata Indah.
Menurut Indah saat ini banyak tersedia pembiayaan usaha tani di perbankan. Selain mudah, bunga yang dibebankan pun tidaklah terlalui besar.
“Pembiayaan ini di luar anggaran belanja negara. Di sini kita bersama-sama dengan mitra kita perbankan meminta nantinya permodalan yang mudah, murah dan berbunga rendah lewat KUR (kredit usaha rakyat) untuk para pegiat-pegiat wanita yang bergerak khusus di bidang pertanian,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM mengatakan Bimtek Fasilitasi Pembiayaan Pertanian tersebut sangat pening dalam menggerakkan pengembangan usaha. Menurutnya keterbatasan modal memang menjadi salah satu kendala bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangakan usaha.
“Karena itu ketersediaan modal bagi pelaku-pelaku usaha pertanian merupakan keharusan,” kata Edi.
Edi menjelaskan bahwa kondisi riil masyarakat terkait permodalan usaha masih lemah dan cenderung seadanya. Ia menyebut 90 persen petani mandiri menggunakan modal sendiri untuk membiayai usaha taninya.
“Tiap musim tanam tiba petani mengusahakan modal sendiri dari berbagai cara agar dapat menaman termasuk menggunakan aset pribadi. Oleh karena itu mari manfaatkan KUR untuk membiayai usaha tani kita,” tandasnya.*)