PANGKALPINANG – Sepekan menjelang lebaran, Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali turun ke sejumlah pasar di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Kehadiran tim yang dipimpin Inspektur Bapanas M. Imran Rasjidi bersama Analis Ketahanan Pangan Madya Heni Sundarti dan Auditor Ahli Pertama Nita Paskalia Siregar tersebut, guna memastikan ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga bagi masyarakat Negeri Serumpun Sebalai menjelang idulfitri 1447 Hijriah nanti.
Turut serta mendampingi Analis Ketahanan Pangan dan pejabat terkait Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel temasuk perwakilan sejumlah instansi lain.
Pasar tradisional dan distributor pangan di Kota Pangkalpinang menjadi salah satu objek pengawasan tim, Senin (16/3/2026) kemarin.
Pelaksana tugas Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Ernawati mengatakan, pengawasan tersebut untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan bahan pangan pokok bagi masyarakat.
“Terutama ketika menghadapi hari-hari besar keagamaan,” kata Ernawati, Selasa (17/3/2026).
Menurut Ernawati objek pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar Pangkalpinang. Bapanas dan tim terkait juga akan turun ke sejumlah pasar di Kabupaten Bangka Tengah.
"Selasa hari ini (pengawasan) di Bangka Tengah," ujarnya seraya menambahkan berdasarkan hasil pantauan tim, stok pangan pokok tersedia dalam jumlah yang banyak dan dijual pedagang dengan harga terjangkau.
"Untuk stok pangan pokok menjelang hari raya idulfitri pada pemantauan ini cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat lebaran sampai setelah hari raya idulfitri,” tambahnya.
Sebelumnya Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi ketersediaan pangan nasional berada dalam posisi aman dan kuat dengan dukungan produksi domestik yang tinggi serta cadangan nasional yang memadai.
“Cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia sampai dengan 324 hari cadangan pangan kita. Mulai dari cadangan Bulog 3,7 juta ton, kemudian standing crop juga sekitar 11,73 juta ton, totalnya bisa bertahan 324 hari,” ujar Amran sebagaimana dikutip dari badanpangan.go.id, edisi Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan pangan nasional saat ini berada pada posisi yang sangat kuat karena didukung oleh produksi dalam negeri yang baik serta cadangan yang tersebar di berbagai lini rantai pasok pangan nasional.
“Produksi kita bagus. Stok kita juga kuat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” lanjutnya.*)