PANGKALPINANG — Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait melambungnya harga daging ayam di pasaran dalam dua pekan terakhir di ruang pertemuan Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (28/01/2022) petang. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM ikut memberikan arahan secara virtual pada rakor yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yanuar SH MH itu.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yanuar SH MH mengatakan rakor tersebut digelar untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait melonjaknya harga daging ayam.
“Selain itu sesuai dengan hasil sidak tim satgas pangan kita beberapa waktu yang lalu yang menginformasikan bahwa memang kendalanya masalah harga,” kata Yanuar.
Ikut hadir Direktur Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Moh Irhamni, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haruldi SP MSi, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh Judnaidy serta Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Septian Eka Pratama SPt. Selain itu hadir juga perusahaan pembibitan ayam dan pemotong ayam.
Namun rakor tersebut belum dapat membuat keputusan karena pedagang ayam dari Kota Pangkalpinang tidak hadir.
“Karena pedagang ayam dari Kota Pangkalpinang tidak hadir maka kita harus adakan pertemuan lagi. Karena kita tidak bisa memutuskan nanti diprotes lagi sama pedagang,” ujar Yanuar.
Rakor lanjutan akan digelar lagi dalam waktu dekat. Pada saat rakor nanti Yanuar minta telah tersedia data kebutuhan ayam per bulan.
“Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan saya minta pertama sekali didata berapa kebutuhan ayam dalam satu bulan dan kemudian juga didata berapa jumah PT (perusahaan pembibitan ayam-red) dan setiap PT satu bulan mengeluarkan berapa ekor. Jadi kita harus tahu itu dulu baru kita bisa menetapkan apakah kita harus terima (ayam) dari luar (Bangka Belitung) atau tidak,” tandas Yanuar.*)