PANGKALPINANG – Keluarga besar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali berduka. Reshansa, salah seorang pegawai yang berdinas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut berpulang menghadap ilahi, Kamis (26/3/2026) dini hari.
Pria kelahiran Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan yang bertugas sebagai staf di Laboratorium Kesehatan Hewan itu, wafat dalam usia 55 tahun di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang karena sakit. Almarhum menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 01.30 WIB setelah sebelumnya tak sadarkan diri di kediamannya. Ia meninggalkan satu istri dan lima anak serta dua cucu. 
"Saat dibawa ke rumah sakit kondisi almarhum bapak memang dalam keadaan tidak sadar," kata Mulkan, salah satu putra almarhum kepada dpkp.babelprov.go.id di rumah duka, Kelurahan Kacang Pedang Pangkalpinang, Kamis (26/3/2026) pagi.
Menurut Mulkan, almarhum sempat mengeluh sedikit sakit pada hari pertama idulfitri, Sabtu (21/3/2026). Hanya saja keadaan tersebut tidak terlalu dihiraukan almarhum.
"Badan terasa tidak nyaman itu sudah terlihat sejak hari pertama lebaran," ujar Mulkan.
Kondisi kesehatan almarhum memburuk Rabu (26/3/2026) malam. Bahkan ia sampai tak sadarkan diri sehingga dilarikan ke rumah sakit.
Sementara itu sejumlah rekan kantor dan sejawat almarhum mengungkapkan duka mendalam atas berpulangnya Reshansa. Apalagi sehari sebelumnya ia masih masuk kantor seperti biasa.
"Bahkan pagi-pagi almarhum masih menemui saya sambil mengucapkan mohon maaf lahir dan batin karena masih suasana idulfitri," kata Muhamad Nasir, rekan kerja almarhum di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Menurut Nasir tak ada tanda-tanda jika almarhum akan berpulang sehari setelah itu. Almarhum cuma sempat minta izin pulang kantor lebih awal karena kondisi badannya yang kurang nyaman.
"Sehingga saya sarankan ia untuk pulang saja ke rumah," ujar Nasir seraya menambahkan almarhum Reshansa merupakan pribadi yang rajin.
"Halaman belakang kantor selalu bersih karena dia. Kemudian ia juga rajin menanam berbagai sayuran seperti sawi, cabe dan lain-lain di pekarangan kantor," kata Nasir.
Hal serupa diceritakan rekan kantor almarhum yang lain Viki Khomeini. Menurut Viki, Reshansa masih masuk kantor pada hari pertama kerja usai libur panjang idulfitri 1447 Hijriah.
"Almarhum masih menyalakan AC (Air Conditioner-red) ruangan (Rabu) kemarin. Selain itu ia juga masih sempat membuka jendela kantor,” kata Viki.
Viki mengaku almarhum sebagai pribadi yang baik. Tanggung jawabnya terhadap pekerjaan sangat tinggi.
“Bahkan Rabu sore sekitar jam 4, almarhum masih sempat mengirim pesan singkat di grup terkait kunci laboratorium keswan,” ujarnya sembari menyebutkan pengabdian almarhum di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sudah lumayan lama hingga dikukuhkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu akhir tahun 2025 lalu.
“Kalau tidak salah mulai kerja tahun 2007 atau 2008,” jelasnya.
Sementara itu rekan sekantor almarhum berikutnya Muhamad Arifin menceritakan almarhum sempat minta maaf pada hari kedua idulfitri melalui whatsapp.
“Saya sangat dekat dengan almarhum. Beliau kawan bercerita, kalau ada apa-apa selalu cerita. Termasuk saat sakit saya juga ditelepon. Kemudian almarhum juga sangat rajin membaca Al-quran,” katanya.
Kebaikan Reshansa semasa hidupnya juga dipuji sejumlah rekan kerjanya yang lain. Salah satu diantaranya Kepala Subbagian Umum Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yusup.
“Semoga husnul khotimah pak Reshansa, diterima semua amal ibadahnya & keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan serta keikhlasan. Saya bersaksi beliau orang yg baik,” tulis Yusup di Whatsapp Group Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Kini pribadi baik dan rajin itu telah tiada. Jasadnya telah dimakamkan di TPU Kelurahan Air Kepala Tujuh Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang, Kamis (26/3/2026) siang. Selamat jalan sahabat kami, Insya Allah husnul khotimah.*)