PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP menggelar rapat terbatas (ratas) dengan pejabat dan jajaran terkait Bidang Ketahanan Pangan. Kegiatan yang diikuti para pejabat eselon tiga dan empat tersebut dilaksanakan di ruang rapat utama Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tampak hadir, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Sulastri SP, Kepala Seksi Distribusi Harga dan Cadangan Pangan Ernawati SP. Kepala Seksi Konsumsi, Keamanan dan Penganekaragaman Pangan Henny Puspasari STP serta  Kepala Seksi Ketersediaan, Kerawanan Pangan dan Sumber Daya Pangan Marlina SP, Selain itu hadir pula Kepala Bidang Peternakan Ir Hj Nurhayati, Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi dan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP.

Ada sejumlah capaian yang dipaparkan dalam ratas tersebut, antara lain Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Fulnerability Atlas (FSVA), Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), Pembentukan Kelompok Kerja Ahli Ketahanan Pangan dan Gerakan Masyarakat Gemar Makan Sayur, Buah, Umbi-Umbian, Kacangan dan Ayam Merawang (Gema Sabuk Amang).

FSVA yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil Analisa data indicator kerentanan terhadap kerawaan pangan dipaparkan oleh Kepala Seksi Distribusi Harga dan Cadangan Pangan Ernawati SP. Menurut Ernawati kerangka konseptual  FSVA terdiri dari tiga pilar ketahanan pangan, yaitu aspek ketersediaan pangan, aspek akses terhadap pangan dan aspek pemanfaatan pangan.

“Selain itu ada sembilan indicator dalam FSVA yang dijadikan penilaian terhadap trend peningkatan ketahanan pangan dimana Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan penghargaan dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian karena berhasil menurunkan jumlah daerah rawan pangan,” kata Ernawati.

Selanjutnya SKPG yang dipaparkan Analis Ketahanan Pangan Madya Ir Karmila menyebutkan bahwa SKPG dilakukan sebagai upaya penyediaan data dan informasi tentang keadaan pangan dan gizi secara rutin yang digunakan untuk pengambilan keputusan. SKPG menjadi sangat penting ketika ada ancaman krisis pangan dan gizi di suatu daerah agar hal tersebut tidak sampai terjadi.

Untuk pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Ahli Ketahanan Pangan Daerah disampaikan oleh Rosdham Ali SPt MMA. Rosdham Ali yang menjabat sebagai fungsional Analis Ketahanan Pangan Madya tersebut menjelaskan bahwa Pokja Ahli Ketahanan Pangan Daerah merupakan tindak lanjut atas terbentuknya Pokja Ahli Ketahanan Pangan yang dibentukan Kementerian Pertanian.

“Poka Ahli Ketahanan Pangan ini merupakan pengganti Dewan Ketahanan Pangan Nasional,” kata Rosdham.

Sementara Gema Sabuk Amang dijelaskan oleh Kepala Seksi Konsumsi, Keamanan dan Penganekaragaman Pangan Henny Puspasari STP. Menurut Henny, Gema Sabuk Aamang merupakan.serangkaian gerakan atau suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan masyarakat yang gemar mengkonsumsi sayur, buah, umbi-umbian, kacangan dan ayam merawang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengapresiasi sejumlah capaian dan rencana kerja yang dipaparkan. Ke depan Ia minta jajaran bidang ketahanan pangan untuk melakukan koordinasi dengan instansi lain dalam rangka menanggulangi kerawanan pangan.

“Untuk cacatan ke depan data yang tersaji betul-betul update dan akses datanya mudah terhadap OPD (organisasi perangkat daerah) yang lain atau instansi lain. Kita harus buat kerjasama dengan OPD lain terkait penyediaan dan penyajian data,” kata Juaidi.*)