PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP memimpin rapat percepatan pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Balai Benih Pertanian (BBP)  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (12/08/2021) siang.

Rapat yang diikuti Sekertarias Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Erwin Krisnawinata STP MSi dan Kepala BBP Drh Judnaidy itu digelar di aula BBP di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.
 
Selain itu hadir pula Kepala Seksi Perbenihan Ir Muhamad Iqbal, Kepala Seksi Perbibitan dan Pakan Ternak Drh Yuhendra dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Jamaludin SE.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 
Juaidi Rusli SP MP menargetkan sebelum akhir tahun ini BLUD di BBP sudah terbentuk.

"Sesuai arahan dan target Pak Gubernur sebelum akhir tahun 2021 BLUD sudah harus terbentuk di Balai Benih Pertanian," kata Juaidi.

Karena itu Juaidi lanjut perlu disiapkan berbagai dokumen pendukung untuk memenuhi persyaratan terbentuknya BLUD di BBP. Kelengkapan dokumen tersebut harus disusun secara cermat termasuk melibatkan pihak lain yang memiliki tanggung jawab untuk menuntaskannya.

"Awal September dokumen sudah harus siap tapi tidak bisa BBP sendiri yang menyiapkannya, harus ada tim yang menyelesaikan dokumen tersebut. Libatkan kawan-kawan dari bidang teknis untuk menambah saran dan masukan. Setelah tim terbentuk kita gelar workshop selama seminggu hingga sepuluh hari dengan mengundang inspektorat, badan keuangan daerah dan biro organisasi," ujar Juaidi seraya menambahkan dokumen yang ia maksud tersebut diantaranya berupa master plan dan rencana bisnis.

"Kemudian ada juga dokumen renstra dan feasibility studynya. Jadi ada 4 dokumen. Termasuk juga regulasi-regulasi yang harus disiapkan ada pergub (peraturan gubernur) ada sk gub (surat keputusan gubernur) dan lain-lain. Kita akan mendapat pendampingan dari inspektorat dan badan keuangan daerah  termasuk juga biro organisasi untuk tata kelola dan mereka sudah pernah mendampingi pembentukan BLUD di Rumah Sakit Jiwa Provinsi dan Rumah Sakit Umum Provinsi," tambahnya.

Juaidi menjelaskan BLUD di BBP ke depan akan berorientasi bisnis dalam menggarap berbagai kegiatan di kawasan itu. Apalagi kata Juaidi pada areal BBP banyak potensi yang tersedia dan dapat dioptimalkan penggunaannya untuk kegiatan BLUD.

"Ada aspek produksi benih (tanaman), kemudian ada (produksi) bibit ternak dan termasuk juga aspek pelayanan jasa magang bimtek kursus dan lain-lain yang bisa dilakukan di tempat ini. Kalau balai ini penghasil benih maka itulah yang menjadi salah satu aktifitas utama kita untuk kita menuju BLUD. Ada atau tidak ada pesanan benih maka benih harus tetap ada walau pun jumlahnya terbatas karena kita memang penghasil benih. Ketika ada order dalam jumlah banyak baru kita produksi dalam jumlah yang banyak," kata Juaidi sekaligus mengingatkan pihak manajemen BLUD nanti untuk bermitra dengan masyarakat sekitar ketika memperbanyak benih yang akan diproduksi.

"Balai Benih kita sudah harus berpikir ke depan bisa mensejahterakan masyarakat sekitar sini. Dan masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan balai benih ini. Kalau sumber benih di sini sudah tersedia banyak maka masyarakat di sini lah yang menjadi mitra dan penangkar benih nanti," tandas Juaidi.*)