PANGKALPINANG -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) menitipkan empat kegiatan untuk mendukung ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun ini.
Satu dari empat kegiatan itu adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang beberapa kali pelaksanaannya didanai APBN.
"Total kegiatan GPM sebanyak 22 kali. ABBN Perubahan 2 kali, dana dekon 11 kali, APBD Perubahan 3 kali dan kabupaten 6 kali," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM saat membuka Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Krisis Pangan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Selasa (19/09/2023).
Kegiatan berikutnya adalah intervensi daerah rentan rawan pangan. Lokasinya berada di Kabupaten Bangka Tengah yang tersebar di 24 desa. Kegiatan tersebut menyasar 1.938 kepala keluarga (KK) dan setiap KK mendapatkan satu paket bantuan bahan pangan berupa kornet sapi, sarden ikan dan garam beryodium.
"Juga ada minyak goreng, bihun jagung dan kacang hijau," jelasnya.
Terkait pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bantuan beras menurut Edi masih tetap ada dan menjadi satu dari empat kegiatan Bapanas selanjutnya.
"Saat ini sudah penyaluran CPP tahap kedua dengan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 48.789. Sedangkan tahap satu lalu jumlah KPM sejumlah 52.121," tuturnya seraya menambahkan kegiatan Dapur Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) menjadi kegiatan keempat yang dititipkan Bapanas.
"Pelaksanaan B2SA di Bangka dan Bangka Tengah yang masing-masing mendapatkan 75 juta. Sasaran 40 orang dikelola dengan melibatkan Tim Penggerak PKK Desa," tandasnya.*)