PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP memimpin rapat konsolidasi percepatan pelaksanaan kegiatan satuan kerja lingkup kegiatan tanaman pangan dan hortikultura (TPH) bersama tiga unit pelaksana teknis (UPTD) pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (07/06/2021) pagi.

Rapat yang digelar di ruang rapat utama Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP, Kepala UPTD Balai Benih Pertanian Drh Judnaidy, Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Suzana Kartikasari SP dan Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Dr Wahyudi Himawan SSi MT.

Selain itu ikut pula mendampingi Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Kardi SP, Kepala Seksi Perbenihan Ir Muhamad Iqbal, Kepala Seksi Pengawasan Benih Hadori STP dan Kepala  Seksi Sertifikasi Mutu Benih Budi Jaya Santosa SP.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan rapat konsolidasi percepatan pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka untuk memastikan langkah-langkah penting yang mesti diambil untuk mendorong pelaksanaan kegiatan di masing-masing UPTD.

“Dua satker ini (tanaman dan hortikultura) perlu kita lakukan percepatan karena  sekarang ini sudah masuk periode musim tanam April - September sehingga kita harus memastikan langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam rangka percepatan kegiatan,” kata Juaidi saat memberikan arahan ketika membuka kegiatan tersebut.

Menurut Juaidi, tiga unit pelaksana teknis lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Karena itu ketiga UPTD tersebut diminta untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan agar kegiatan cepat terealisasi.

“Karena untuk Dana Dekonsentrasi lebih banyak kegiatan UPTD jadi mohon informasi dan masukan terkait dengan kegiatan-kegiatan yang dialokasikan ke masing -masing UPTD. Untuk itu kita harus menertibkan administrasi-administrasi yang ada mulai dari surat menyurat, pertanggungjawaban dan lain-lain juga harus kita singkronkan satu sama lain,” ujar Juaidi.

Karena itu Juaidi minta segera dibentuk tim yang solid. Selain itu ia juga minta dilakukan telaah teknis yang matang terkait sejumlah kegiatan yang sulit untuk direalisasikan.

“Seperti penangkaran ubi kayu, kalau memang tidak ada produsennya sehingga tidak bisa dilaksanakan maka segera alihkan atau revisi anggarannya ke kegiatan yang lain. Jangan dipaksakan kalau memang tidak ada penangkarnya. Kemudian dibuat juga perencanaan secara matang. Terlepas jika nanti ada apa-apa di lapangan maka kita sudah memiliki plan A, plan B dan plan C,” tandas mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Selatan dan Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu.*)