PANGKALPINANG -- Penanggung jawab Swasembada Pangan untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berganti.

Mulai tahun ini, Kementerian Pertanian menugaskan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan swasembada pangan di Negeri Serumpun Sebalai.

Sebelumnya tanggung jawab tersebut dilaksanakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma).

"Sehingga mulai tahun ini penanggung jawab swasembada pangan di Babel adalah PEPI. Kalau sebelumnya Polbangtan Yoma. PEPI sendiri sebelumnya di Aceh," kata Wakil Direktur I PEPI Andy Saryoko saat bertemu Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel Kurniawan di Pangkalpinang, Kamis (9/4/2026) siang.

Sebagai informasi, Polbangtan Yoma dan PEPI merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Pertanian RI, tepatnya di bawah pembinaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Kedua lembaga ini berfokus pada pendidikan vokasi pertanian berbasis asrama dan praktik untuk mencetak wirausaha muda pertanian.

"Jadi mohon izin pak kadis, nanti kami akan sering bolak-balik ke sini untuk koordinasi," tambah Andy.

Terkait swasembada pangan berkelanjutan, Andy menjelaskan percepatan olah lahan dan percepatan tanam merupakan faktor penentu peningkatan produksi padi. Karena itu percepatan keduanya harus terus dipacu.

"Maunya pak menteri tiap hari tanam, biar ada kontinuitas panen. Karena itu harus terus ada percepatan," ujarnya.

Sementara itu Plt Kepala DPKP Provinsi Babel Kurniawan sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam mendorong swasembada pangan berkelanjutan. Karena itu ia minta jajarannya membantu PEPI dalam melaksankan tugas sebagai penanggung jawab di Provinsi Babel.

“Tolong bantu (PEPI) teman-teman,” kata Kurniawan kepada sejumlah pejabat dan petugas terkait yang mendampinginya siang tadi.

Menurut Kurniawan sektor pertanian menjadi alternatif menjanjikan untuk masyarakat Babel ke depan. Karena itu petani mesti didukung agar tetap semangat berusaha tani.

“Bagaimana petani-petani kita itu disemangati. Menyemangati,” tandasnya.*)