PANGKALPINANG—Sejumlah pegawai dan tenaga fungsional Balai Pengkajian Tenologi Pertanian (BPTP) Provinsi Lampung menyambangi Kantor UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (28/2/2020) pagi. Kedatangan rombongan yang dipimpin Dede Rohayan SP dan didampingi para pejabat BPTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut dimaksudkan untuk mempelajari alur sertifikasi benih tanaman. Ikut serta dalam rombongan para penanggung jawab kebun percobaan pada BPTP Provinsi Lampung, diantaranya Edwin Herdiansyah SP dan Rugito.

“Mereka minta penjelasan terkait alur proses sertifikasi benih dari mulai penetapan kebun sumber, pohon induk, taksasi, perbanyakan, sertifikasi benih hingga peredaran,” kata Kepala UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr H Wahyudi Himawan SSi MT melalui pesan whatsapp group, Jumat, (28/2/2020) pagi.

Wahyudi menyambut positif kunjungan yang dilakukan rombongan BPTP Provinsi Lampung tersebut. Menurutnya kegiatan sertifikasi benih tanaman yang selama ini dilakukan UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dijadikan rujukan oleh BPTP Provinsi Lampung.

“Kita dianggap menjadi sumber dan proses yang benar oleh mereka dan menjadi acuan proses sertifikasi yang memiliki integritas,” ujar Sekretaris Dewan Riset Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu seraya menambahkan bahwa peran UPTD PSMB sangat vital dalam menjamin mutu benih tanaman.

“Intinya kita sebagai penghulu agar benih tanaman yang akan diedarkan ke masyarakat memiliki bibit, bebet dan bobot yang baik,” tambah Wahyudi didampingi Kepala Seksi Sertifikasi Benih Budi Jaya Santosa SP.

Hal senada dikatakan Koordinator Pengawas Benih Tanaman (PBT) pada UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Zauzan Sutejo SP. Menurut Zauzan kedatangan rombongan BPTP Lampung tersebut untuk mempelajari proses sertifikasi benih.

“BPTP Lampung ingin mendengar masukan dari kita terkait sertifikasi terutama untuk komoditas subsektor tanaman perkebunan karena mereka ada rencana untuk melakukan pembibitan lada, kopi, cengkeh dan kelapa,” tandas Zauzan.*)