PANGKALPINANG – Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang Nurya Hartika Sari menemui Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Kurniawan di Pangkalpinang, Kamis (9/4/2026) pagi.
Kedatangan Nurya yang didampingi sejumlah stafnya tersebut untuk bersinergi dalam rangka penguatan dan percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Negeri Serumpun Sebalai.
Nurya mengatakan koordinasi dan sinergi antar instansi terkait penting untuk memastikan layanan pemenuhan gizi berjalan optimal.
“Karena itu akan terus ada koordinasi nanti baik fungsi KPPG sebagai manajerial juga dan terkait rantai pasok,” katanya.
Sebagai informasi, KPPG adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BGN.
Babel merupakan salah satu provinsi yang masuk ke dalam wilayah kerja KPPG Palembang selain Provinsi Sumsel dan Jambi.
Selain rantai pasok, menurut Nurya aspek pengawasan keamanan pangan di lokasi SPPG juga menjadi prioritas guna memastikan menu MBG sesuai standar gizi.
“Jadi nanti akan melibatkan Dinas Kesehatan yang mungkin akan selalu memantau higienitas keamanan pangan yang ada di SPPG,” ujarnya.
Nurya berharap koordinasi bersama Plt Kepala DPKP Kurniawan tersebut dapat memberi banyak masukan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan MBG ke depan. Pada pertemuan itu ia juga menyinggung keterlihatan pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan MBG.
“Contohnya di Sumsel pengaturan bahan menu dan juga edaran hambauan terkait pelibatan UMKM di sekitar SPPG untuk mensuplai bahan pangan pokoknya. Mungkin ini yang dapat kita koordinasikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Sementara itu Plt Kepala DPKP Provinsi Babel Kurniawan menyambut baik koordinasi tersebut. Ia mengatakan komunikasi intensif akan terus dijalin ke depan dalam rangka mendukung suksesnya Progam MBG di Provinsi Babel.
“Mungkin ke depannya akan lebih gampang, untuk selanjutnya kami tetap komunikasi,” katanya.
Terkait pasokan pangan pokok sebagai bahan baku MBG, Kurniawan mendorong KPPG untuk melibatkan para petani setempat. Ia berharap pelibatan petani tersebut dapat diperkuat melalui kontrak kerja sama.
“Kalau bisa dari KPPG langsung berkomunikasi ke petaninya atau ke kelompok taninya. Dan juga mungkin kalau bisa langsung berkontrak dengan mereka. Jadi (petani) ada semangat untuk berkebun,” tandasnya.*)