PANGKALPINANG—Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik siginifikan. Pada bulan Maret 2021, Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis bahwa NTP di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 121,89 atau naik sebesar 3,93 persen dibandingkan sebelumnya 117,28.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan kenaikan NTP sebesar 3,93 persen tersebut merupakan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Bahkan dibandingkan dengan provinsi lain, kenaikan NTP Bangka Belitung pada bulan Maret tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia. Malah provinsi lain itu ada yang minus,” kata Juaidi saat memberikan sambutan pada kegiatan Penanaman Perdana Benih Lada dan Kopi bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM di Desa Puding Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka, Jumat (09/04/2021).
NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Nilai Tukar Petani ini dijadikan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahetraan petani.
“Artinya pendapatan yang diterima oleh petani kita sudah jauh lebih besar bila dibandingkan dengan pengeluaran yang dilkeluarkan. Karena itu kita wajib bersyukur,” ujar mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Selatan itu.
Menurut Juaidi banyak factor yang mempengaruhi kenaikan NTP. Meningkatnya produktifitas dan produksi serta mutu produk usaha tani merupakan beberapa factor yang dapat memicu terjadinya kenaikan NTP tersebut,
“Faktor penunjang kenaikan NTP itu ada tiga hal. Pertama produkfittas kita meningkat, kemudian produksi meningkat dan terakhir mutu produk juga meningkat. Tapi kita tidak boleh berhenti sampai di situ. Kita harus lebih bergerak cepat lagi untuk mewujudkan agar NTP kita betul-betul meningkat pesat lagi,” kata Juaidi.
Sementara itu Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM bersyukur atas kenaikan NTP sebesar 3,93 tersebut.
“Nilai Tukar Petani itu yang menghitung BPS.(Badan Pusat Statistik). (Kenaikan NTP Kepulauan Bangka Belitung) tertinggi se Indoensia ini belum pernah terjadi karena itu kita harus bersyukur,” kata gubernur seraya menambahkan bahwa kenaikan NTP itu juga dipengaruhi oleh kegiatan diversifikasi pertanian.
“NTP kita naik ini karena kita tidak mengandalkan satu komoditi saja. Dulu (petani) kalau tidak menaman karet mereka menanam lada. Kalau tidak menanam lada dan tidak menanam karet petani kita menanam sawit. Tapi sekarang kan tidak lagi bahkan di areal kebun lada ada tasela (tanaman sela lada),” tandas gubernur.*)