PANGKALPINANG—Para petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diminta untuk mewaspadai serangan hama dan penyakit tanaman di saat musim hujan datang.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Kemas Arfani Rahman mengatakan pada musim penghujan tanaman rentan terkena penyakit akibat tanah yang lembab.

“Kelembaban tanah itu berpengaruh pada timbulnya penyakit.” kata Kemas ketika diwawancarai RRI Pro Satu Sungailiat, Selasa (02/11/2021).

Karena itu Kemas minta para petani untuk waspada. Menurutnya hampir semua jenis tanaman rentan terserang penyakit ketika kelembaban tanah tinggi.

“Seperti jagung, kacang tanah termasuk juga lada yang mana penyakit kuning bisa timbul akibat kelembaban tanah karena curah hujan yang tinggi,” ujar Sarjana Pertanian lulusan Universitas Sriwijaya yang pernah menjabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka dan Bangka Barat itu.

Terkait dengan areal persawahan Kemas menyarankan para petani untuk memperhatikan saluran air. Pasalnya sambung Kemas, saluran air yang tersumbat akan membuat sawah terendam banjir.

“Saluran primer, saluran sekunder harus los jangan sampai ada yang tersumbat dan ini menjadi catatan penting karena pada umumnya daerah pesawahan di Bangka Belitung, saluran primer dan sekundernya belum begitu baik karena sekarang masih dalam pembenahan melalui program opla (optimasi lahan),” sambung Kemas seraya mengajak para petani untuk mengasuransikan komoditi yang diusahakannya.

“Sudah ada program (asuransi) kita untuk padi sawah. AUTP atau Asuransi Usaha Tani Padi. Kita kerjasama dengan Jasindo (PT Asuransi Jasa Indonesia). Jika ada kegagalan panen maka pihak asuransi dapat membantu,” tandasnya.*)