PANGKALPINANG--Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai terobosan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah perdesaan. Dukungan input penyediaan produksi, infrastruktur, bantuan teknis dan permodalan terus ditingkatkan meski belum secara signifikan mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian petani.
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Supianto ST MSi dalam sambutannya ketika membuka Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Tahun 2019 di Pangkalpinang, Senin (2/12).
“Penyebab terjadinya persoalan tersebut diakibatkan masih kurangnya pembinaan dan bimbingan SDM petani dan aparat pembina. Kelembagaan petani belum berfungsi optimal dalam penyelenggaraan pembangunan. Pemerintah saat ini mendorong penguatan perdesaaan, senantiasa diiringi oleh pendirian kelompok baru. Kondisi ini tentunya berimflikasi terhadap semakin banyak kelompok masyarakat di perdesaan dengan skala usaha kecil, modal terbatas, sehingga kurang berdaya saing,” kata Supianto yang hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP.
Menurut Supianto, kondisi petani di perdesaan saat ini masih dihadapi dengan berbagai persoalan mulai dari penyediaan sarana dan prasana produksi pertanian, budidaya, pasca panen, pengolahan hasil hingga persoalan pemasaran.
“Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu upaya perubahan paradigma baru melalui rekstruturisasi lembaga. Kehadiran Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) diharapkan akan mampu mengubah paradigma tersebut. Pembentukan LEM bertujuan untuk percepatan transformasi kelembagaan ekonomi masyarakat perdesaan, yang sebelumnya kecil, lemah, kurang produktif, kurang memiliki daya saing untuk kemudian akan didorong menjadi kelembagaan ekonomi masyarakat perdesaan yang lebih tinggi, produktif, modern, efisien serta menjadi andalan dalam mensejahterakan anggotanya dan masyarakat perdesaan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan LEM mampu menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di petani dan masyarakat. Transformasi melalui LEM mampu menumbuhkembangkan kesadaran petani untuk berinvestasi secara swadaya, melaksanakan berbagai aktivitas usaha dan manjadi daya tarik bagi lembaga pemerintah/swasta/perbankan untuk memberikan dukungan pembinaan maupaun pembiayaan.
“Melalui LEM, mampu mengembalikan kejayaan Muntok White Pepper di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berimpilikasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pertumbuhan ekonomi perdesaan,” tandasnya.
Pertemuan Monitoring dan Evaluasi LEM Tahun 2019 menghadirkan narasumber pusat, Kasubbid Serat dan Atsiri Direktorat Tanaman Pangan Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian, Ir Iswanto MM, Kepala Bidang Perkebunan diwakili Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Perkebunan Aprilogra STP MSi, Pengurus LEM Desa Air Gegas, Desa Nangka, Desa Delas, Desa Bencah dan Desa Irat. Hadir juga fasilitator LEM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Tim Asistensi Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.*)