PANGKALPINANG--Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (20/04/2026).

Kunjungan kerja yang dilakukan dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya itu, dipimpin Ketua Komisi II Subandri. Ikut mendampingi 7 anggota komisi yaitu Darma, Wahidah, Indra Gunawan, Anandar, Eva Kirana, Palmulip dan Suhendra Sultan Alif.

Kedatangan rombongan legislator dari Negeri Selawang Segantang tersebut diterima Kepala Bidang Perkebunan M Isa Anshorie mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kurniawan.

Kepala Bidang Perkebunan M Isa Anshorie menerangkan bahwa DPKP Provinsi Babel tidak menetapkan harga pembelian TBS bagi pekebun kelapa sawit swadaya atau nonmitra perusahaan. Yang ditetapkan cuman harga TBS mitra plasma.

"(Rapat) itu (menetapkan) harga khusus untuk (pekebun kelapa sawit) mitra plasma," terang Isa.

Isa mengatakan harga beli TBS kelapa sawit ditetapkan DPKP Provinsi Babel dua kali dalam sebulan. Ketetapan tersebut dibuat dalam rapat koordinasi yang dihadiri berbagai stakeholders terkait termasuk pejabat dinas pertanian kabupaten yang membidangi perkebunan.

"Jadi kita undang semua. Kemudian (ada) Apkasindo, ada GAPKI, kemudian ada 25 mitra perusahaan,” katanya.

Sebelumnya Ketua Komisi II Subandri menanyakan mekanisme penetapan harga TBS kelapa sawit mitra plasma termasuk pihak-pihak yang diundang untuk menghadirinya.

Pada kesempatan itu ia juga minta pemerintah untuk memperhatikan TBS kelapa sawit pekebun nonmitra agar harga belinya tidak terlalu jauh dengan pekebun mitra.

"Sebenarnya ini (TBS petani kelapa sawit nonmitra-red) menjadi PR (pekerjaan rumah-red) kita. Tidak boleh juga kita tutup mata dalam hal ini baik dinas pertanian yang ada di provinsi maupun dinas pertanian kami yang ada di Kabupaten. Kalau mau jujur, kalau cuma mengandalkan sawit mitra, saya yakin perusahaan itu, pabrik itu saya yakin jalannya seminggu cuma dua kali," katanya.*)