BANGKA SELATAN—Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP menyerahkan bantuan infrastruktur untuk petani sawah pada sejumlah desa di Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (25/06/2021). Bantuan dengan nilai miliaran rupiah itu diserahkan Gubernur Erzaldi pada Pertemuan Koordinasi Pembangunan Pertanian di Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan.
Jenis bantuan yang diserahkan Gubernur Erzaldi itu diantaranya adalah konstruksi jalan usaha tani, optimalisasi lahan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk untuk areal persawahan. Ada tiga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang menerima bantuan infrastruktur tersebut, yaitu Gapoktan Wisata Tanjung Timpek Desa Pergam Kecamatan Air Gegas, Gapoktan Serdang Bersatu Desa Serdang Kecamatan Air Gegas dan Gapoktan Sepakat Jaya Desa Rias Kecamatan Toboali. Gapoktan Sepakat Jaya menerima bantuan berupa konstruksi jalan usaha tani sepanjang satu kilometer senilai 100 juta rupiah, optimalisasi lahan senilai 1,5 miliar dan rehabilitasi jaringan irigasi sebesar 150 juta rupiah. Sementara Gapoktan Wisata Tanjung Timpek menerima bantuan berupa konstruksi jalan usaha tani sejauh satu kilometer dengan nilai 100 juta rupiah dan optimalisasi lahan dengan nilai 870 juta rupiah. Sedangkan Gapoktan Serdang Bersatu menerima bantuan berupa konstruksi jalan usaha tani sepanjang satu kilometer senilai 100 juta rupiah, optimalisasi lahan sebesar 1,5 miliar rupiah dan rehabilitasi satu unit jaringan irigasi tersier dengan nilai 120 juta rupiah.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM mengatakan bahwa dirinya berharap banyak pada kemajuan usaha tani sawah di areal persawahan Desa Rias. Bahkan mantan Bupati Bangka Tengah dua periode itu menginginkan swasembada beras ke depan dapat dimulai dari Desa Rias.
"Selama saya menjadi gubernur mungkin sudah lebih dari sepuluh kali saya ke sini (Rias-red). Saya ingin mensejahterakan Bangka Belitung ini swasembada beras dari (Desa) Rias ini," kata Gubernur Erzaldi.
Pada pertemuan itu Gubernur Erzaldi juga menjelaskan program food estate yang digagas pemerintah pusat dan akan dibangun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya program food estate tersebut sangat bagus dalam rangka mengelola usaha tani dari hulu hingga hilir.
"Itulah yang kita maksud korporasi tadi. Korporasi itu perusahaan dan pengusahanya bapak-bapak (petani) juga. Manajemennya itu lebih bagus. Nanti gapoktan-gapoktan ini akan diatur oleh manajemennya, ada nanti yang mengurus alsintan, ada yang mengurus pupuknya, ada yang mengurus pemasarannya, ada yang mengurus airnya. Yang mengurusnya siapa, ya bapak-bapak semua, gapoktan-gapoktan itu lah. Tapi bapak tetap sebagai petani. Jadi satu sama lain itu saling terikat," ujarnya
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan komoditi yang didorong untuk diusahakan pada program food estate tidak cuma padi melainkan ada jenis-jenis komoditi lain yang juga kan dikembangkan.
"Paling tidak ada dua atau tiga jnis komoditas dan kami sudah memetakannya. Kalau ada wilayah yang bisa ditanam jagung silahkan tanam jagung. Jadi nanti pola tanamnya adalah padi - padi - jagung. Tapi kalau tidak bisa ditanam jagung ya padi saja. Kita membuat pergiliran tanam itu sekaligus juga untuk memutus siklus hama dan penyakit," kata Juaidi seraya menambahkan ternak juga ikut didorong untuk diusahakan pada kawasan food estate.
"Ternaknya sapi. Jadi ternak yang akan kita dorong disamping padi dan jagung adalah sapi. Pakan sapi dari mana, ya dari jerami-jerami dan termasuk juga dipinggiran sawah bisa ditanam dengan hijauan tanaman lain," tandas Juaidi.
Pertemuan Koordinasi Pembangunan Pertanian tersebut dihadiri para pejabat terkait lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diantaranya Kepala Bidang Prasarana Sarana Pertanian Asdianto SP MT, Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Agus Memet Slamet ST, Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Sugiansyah SP, Kepala Seksi OP Balai Wilayah Sungai Kepulauan Bangka Belitung Chairul Huda ST serta para pejabat fungsional terkait.*)