PANGKALPINANG— Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP bersama sejumlah pejabat terkait di lingkungan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan panen perdana benih bawang merah yang ditangkar di UPTD Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Selasa (24/12) siang. Panen tersebut dilakukan seiring dengan telah berakhirnya fase pemeriksaan  yang dilakukan UPTD Pengawas dan Sertfikasi Mutu Benih (PSMB) pada awal pekan lalu dalam rangkaian proses sertifikasi benih.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi  Kepulauan Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan benih bawang merah yang dipanen tersebut akan diproses menjadi benih.

“Bawang ini nanti akan kita proses menjadi benih. (Benih bawang) ini langsung nanti akan kita sertifikasi,” kata Juaidi didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Heri.

Selain itu tampak hadir menyertai Juaidi, Kepala Seksi Perbenihan dan Perlidungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Akhmad Zainul Fikri SP, Kepala Seksi Sarana Prarana pada UPTD Balai Benih Pertanian Junaidi SP serta Kepala Seksi Sertifikasi Benih pada UPTD PSMB Budi Jaya Santosa SP.

Menurut Juaidi, benih bawang merah yang telah sertifikasi itu akan segera disalurkan kepada para petani bawang untuk ditanam kembali.   

“Akan kita distribusikan kepada petani kita, petani bawang di daerah-daerah di Bangka Belitung,” ujar mantan Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangke Belitung tersebut,

Benih bawang merah yang dipanen tersebut seluas satu hektar. Juaidi memberikan apresiasi atas keberhasilan penangkaran benih bawang merah di Balai Benih Pertanian itu.

“Pertumbuhannya luar biasa. Bagus tumbuhnya. Tahun ini kita lakukan penanaman lebih kurang untuk satu hektar dengan target produksi sekitar 16 ton,” ujar Juaidi seraya menambahkan keberhasilan penangkaran benih bawang merah tersebut akan ditularkan kepada petani lain.

“Akan terus kita kembangkan di lahan ini termasuk juga akan kita tularkan ke petani-petani di sekitar lokasi ini sebagai proses pembelajaran. Budidaya bawang merah bisa dilakukan secara bersama-sama di lokasi ini. Sekarang bawang lagi kita kembangkan secara tersentra, maksudnya dalam kawasan di beberapa tempat dan harapannya kawasan tersebut bisa menjadi sentra produksi,” tandas Juaidi.*)