PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan manajemen birokrasi yang diterapkan dalam pemerintahan ke depan adalah manajemen sejajar. Menurutnya pola kerja sejajar menuntut kreatifitas banyak pihak dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditargetkan.
“Kalau manajemennya sejajar maka inisiatif itu muncul dari siapa pun dan dibahas bersama dan dikolaborasikan tugas-tugas itu secara bersama. Manajemen yang dilakukan di era modern sama-sama bekerja bukan main perintah. Ini juga menjadi tujuan dari penyederhanaan birokrasi sehingga jabatan struktural difungsionalkan. Nah, ini yang ingin kita coba lakukan khususnya di dinas kita ini,” kata Juaidi ketika memberikan arahan pada Rapat Pembahasan Renstra Penggabungan Dinas Pertanian dan Dinas Pangan di ruang rapat utama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (20/05/2021).
Dikatakannya, seiring dengan berkembangnya zaman dan berubahnya aturan maka pola kerja di pemerintahan pun ikut menyesuaikan. Karena itu para ASN di Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dituntut untuk terus meng-upgrade kemampuan agar dapat mengikuti pola kerja yang terus berubah.
“Kalau kita ngin mempercepat kemajuan maka kita harus keluar dari out of the box atau keluar dari zona nyaman kita. Apalagi di era sekarang ini, era perubahan yang cepat, tidak lagi cuma mengandalkan hal-hal yang biasa-biasa saja. Paradigmanya harus mulai kita geser yang tadinya mohon maaf sibuk dengan aktifitas keproyekan, ngurusi SPJ dan ngurusi segala macam yang lain, itu harus mulai kita geser untuk berpikir yang strategis. Kalau SPJ mohon maaf, kawan-kawan PHL pun bisa menyelesaikannya,” ujar mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Selatan itu yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Karena itu tambah Juaidi, para ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dituntut untuk terus berpikir kreatif dan selalu inovatif. Kreatifitas dan inovasi tersebut menjadi penting karena penyelesaian tugas dan pekerjaan merupakan tanggung jawab kolektif semua pihak.
“Di era sekarang ini tidak ada lagi cerita suatu kemajuan dikerjakan segelintir orang. Pola manajemen sekarang ini bukan lagi pola hirarki lagi tapi pola kolaborasi. Konsep manajemen sejajar bukan lagi hirarki, kalau hirarki itu ada atasan bawahan tapi sekarang ini sejajar sudah horizontal bukan lagi vertical dan tidak ada lagi inisiatif itu muncul dari atasan. Tujuan penyederhanaan birokrasi itu seperti itu maka jabatan struktural difungsionalkan,” tandas Juaidi.*)