PANGKALPINANG--Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP memimpin pertemuan sosialisasi dan identifikasi calon penerima bantuan benih kedelai bersama para kepala desa (kades) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/06/2021) sore.

Kegiatan yang difasilitasi Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Budi Utama itu dilakukan secara online melalui video conference menggunakan aplikasi zoom dari ruang rapat utama Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kawasan Komplek Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung – Jalan Pulau Pongok Kelurahan Air Itam Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang.

Turut mendampingi Juaidi, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP, Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Dr Wahyudi Himawan SSi MT, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Kardi SP serta Kepala Seksi Pangan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir Darnis Rahmayati.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP berharap kegiatan sosialisasi serta identifikasi calon penerima bantuan benih kedelai bersama para kades itu dapat memberikan gambaran petani dan lokasi yang akan menjadi titik distribusi bantuan benih kedalai nanti.

"Bangka Belitung dapat alokasi (bantuan benih kedelai) dua ribu hektar sementara yang baru menyampaikan usulan sampai dengan saat ini atau usulan yang sudah masuk ke kami baru 185 hektar. Jadi masih ada 1.815 hektar lagi yang belum ada calon penerimanya. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada kawan-kawan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang sudah menginisiasi kegiatan (sosialisasi virtual-red) ini dan juga mudah-mudahan nanti bisa bersama-sama dengan Dinas Pemdes di Kabupaten Kota mengawal dan mensosialisasikan program pengembangan kedelai ini," kata Juaidi.

Dikatakan Juaidi bahwa kegiatan pengembangan kedelai tersebut merupakan program Kementerian Pertanian yang didanai melalui APBN tahun 2021. Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut para kepala desa dapat mendorong warganya dan para petani yang ada di masing-masing desa untuk menjadi penerima program tersebut.

"Harapan kami melalui pak kades bisa mendorong para kelompok masyarakat yang ada di desa itu untuk menjadi penerima program ini. Kami siap untuk melakukan pendampingan kepada petani-petani nanti. Satu desa jangan kurang dari 50 hektar sehingga memudahkan pembinaan dan melakukan koordinasi mulai dari persiapan tanam, pelaksanaan penanaman, kontrol hama dan penyakit sampai dengan penanganan panen hingga pasar. Jadi nanti akan kita dampingi. Jangan cuma lima hektar. Pembinaannya sulit nanti," ujar Juaidi seraya menambahkan selain benih para petani penerima bantuan juga akan mendapatkan pupuk NPK non subsidi, rhizobium, pupuk hayati cair termasuk herbisida atau pestisida.

"Lokasi penanaman boleh ditumpangsaarikan. Boleh di sela tanaman lada, boleh di sela kelapa sawit, boleh di antara sela tanaman karet atau tanaman tahunan lainnya. Atau boleh juga di bekas lokasi PATB atau Perluasan Areal Tanam Baru padi tahun 2020 yang lalu. Tinggal pilih. Lahan tumpang sari boleh, lahan baru boleh, mau ditanam di lahan bumdes atau di lahan-lahan koperasi juga boleh," jelas Juaidi. 

Terkait dengan hasil panen menurut Juaidi para petani tak perlu khawatir. Pasalnya telah ada pembeli hasil panen kacang kedelai yang nanti dipanen petani. 

"Jadi bapak ibu sekalian jangan khawatir ketika nanti panen kita hadirkan pembeli. Bila perlu nanti sebelum bapak ibu tanam kita kontrak dulu dengan pembeli berapa harganya disepakati. Untuk pendampingan teknis kita akan menggerakkan seluruh penyuluh pertanian yang ada di wilayah bapak ibu sekalian termasuk juga kawan-kawan dari dinas pertanian kabupaten kota juga akan trurun untuk mendampingi bapak ibu sekalian khusunya bapak petani di lapangan," tandas Juaidi.*)