PANGKALPINANG—Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM membuka Sosialisasi dan Presentasi Program Penggemukan Domba di lantai tiga Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/06/2021) pagi.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu diinisiasi oleh Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari (KP-ICB) yang berkantor pusat di Surabaya Jawa Timur.

Ikut hadir mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir Hj Nurhayati, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Drh Correy Wahyu Adi Sulistyo, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Drh Endah Sukaisih, Plt Kepala Seksi Benih/Bibit dan Produksi Peternakan Dody Novianto Spt MM, Ketua KP-ICB Zulkarnain dan Kepala Bank Sumselbabel Cabang Pangkalpinang Rofalino.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM mengatakan  Program Penggemukan Domba tersebut merupakan upaya pemerintah dalam rangka mempercepat kesejahteraan masyarakat.

"(Program Penggemukan Domba) ini untuk mendorong aktifitas masyarakat untuk mendapatkan penghasilan mereka," kata Gubernur Erzaldi.

Karena itu kata Erzaldi, pemerintah terus melakukan berbagai kegiatan dan upaya untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat termasuk melalui Program Penggemukan Domba. Namun kata Erzaldi program tersebut tak bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan perbankan dan off taker.

"Yang penting itu ada pembelinya. Jadi ini (penggemukan domba) sudah ada pembelinya dan itu akan memudahkan pihak perbankan," ujar Gubernur Erzaldi.

Karena itu Ia minta para peternak untuk memanfaatkan program tersebut. Di sisi lain Gubernur Erzaldi juga mengajak para peternak menggunakan dana kredit usaha rakyat (KUR) sehemat mungkin dengan memanfaatkan berbagai sarana pendukung yang ada.

"Untuk kandang misalnya, kalau ada sisa papan bekas manfaatkan, ada sisa seng bekas manfaatkan. Jangan beli lagi," pinta Gubernur Erzaldi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan ternak  domba tersebut menggunakan pola penggemukan yang berorientasi ekspor.

"Polanya nanti penggemukan. Nah domba yang digemukkan ini orientasinya ekspor yang dikemas dalam konsep industrialisasi. Pelaksana penggemukan itu bisa dari kelompok tani, bisa dari organisasi, bisa dari pesantren dan siapa pun (boleh) dan pembiayaannya melalui perbankan (kredit usaha rakyat-red)," kata Juaidi.

Menurut Juaidi Program Penggemukan Domba yang dibiayai perbankan melalui KUR itu telah dilakukan di daerah lain di tanah air melalui KUR. Juaidi berharap program penggemukan domba tersebut dapat menjadi pemicu peningkatan kesejahteraan peternak di Kepulauan Bangka Belitung.

"Jadi ekspornya ada dua pilihan. Bisa ekspor hidup dan bisa juga ekspor dalam bentuk daging atau karkas. Kalau dalam bentuk karkas maka pemotongannya di sini (Babel-red) sehingga harus dibuatkan RPH (rumah potong hewan) di sini dan pintu ekspornya nanti langsung dari Babel. Kalau ekspor dari Babel maka akan menambah pendapatan daerah untuk kita," ujar Juaidi.

Ketua KP-ICB Cabang Sumatera Zulkarnain mengatakan Program Penggemukan Domba yang dilakukan di Babel dibiayai perbankan melalui KUR dan pihak koperasi peternak yang bertindak sebagai penjamin.

"Kita yang menjadi penjaminnya karena kita sebagai off taker. Peternak tidak perlu lagi menyiapkan agunan tapi kami yang menyiapkan," kata Zulkarnain. 
Menurut Zulkarnain domba yang mereka beli merupakan komoditas ekspor ke sejumlah negara. 

"Selama ini kita ekspor ke Dubai tapi sekarang terhenti karena lockdown. Terakhir kita baru bisa ekspor kembali ke Berunai," ujarnya.

Sementara itu Kepala Bank Sumselbabel Cabang Pangkalpinang Rofalino mengatakan pembiayaan usaha melalui KUR sangat sederhana dengan bunga yang rendah.
"Setelah akad tidak ada biaya apa-apa lagi. Yang penting dijaga dombanya," katanya.*)