PANGKALPINANG -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Ny Noni Hidayat Arsani bersama masyarakat sekitar melakukan panen cabai perdana Program Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) di pekarangan Rumah Dinas Gubernur, Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Babel di Pangkalpinang, Sabtu (4/4/2026) petang.
Jenis cabai yang dipanen adalah varietas ORI 212 sebanyak 2000 batang dengan produksi 52,2 kilogram.
Sejumlah kepala perangkat daerah hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel Kurniawan. Turut mendampingi Kurniawan, Sekretaris DPKP Dony Renaldi dan Ketua Tim Kerja Hortikultura Edo Maryadi bersama staf terkait.
GENCAR sendiri resmi diluncurkan pada pertengahan Januari 2026 di Kelurahan Bukit Besar Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang.
Selain untuk mengendalikan harga cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi, gerakan ini juga dirancang untuk mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan melalui tanaman bernilai ekonomi dan berumur panen singkat seperti cabai, yang pengelolaannya dilakukan secara terintegrasi bersama kelompok tani, dasa wisma dan Tim Penggerak PKK Kelurahan dan Desa.
Untuk tahap pertama, Pemerintah Provinsi Babel telah menyalurkan 100 ribu tanaman cabai kepada masyarakat Kota Pangkalpinang dan 10 ribu tanaman untuk Kabupaten Bangka. Selanjutnya, program ini akan diperluas secara bertahap ke kabupaten lain di wilayah Provinsi Babel.
Gubernur Babel Hidayat Arsani menjelaskan, GENCAR merupakan upaya nyata Pemerintah Provinsi Babel untuk mengendalikan inflasi.
"Untuk menurunkan inflasi dan menurunkan harga (cabe)," ujarnya kepada sejumlah wartawan usai panen.
Karena itu ia mengatakan GENCAR akan dimasifkan di seluruh daerah dalam wilayah Provinsi Babel. Melalui gerakan tersebut ia optimis produksi cabai di Babel ke depan akan melimpah bahkan bisa dijual ke provinsi lain.
"Hari ini kita panen dan ini cabenya berhasil dan suatu hari kita yang akan mensuplai ke jawa. Kita mampu," kata Hidayat Arsani seraya menambahkan cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus ada dalam masakan.
“Jangan anggap enteng cabe. Cabe ini adalah makanan pokok. Tanpa cabe tidak enak makannya. Apalagi kita orang Bangka, lempah kuning,” tambahnya.*)