PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong Teh Tayu segera didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian. Menurut Juaidi langkah tersebut merupakan salah satu upaya untuk melindungi plasma nutfah Negeri Serumpun Sebalai itu dari pengakuan daerah lain sekaligus sebagai sumber daya genetic asli Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Teh Tayu ini merupakan komoditi yang menjanjikan dan potensial untuk kita kembangkan. Karena itu langkah awal yang harus kita lakukan adalah kita lindungi sumber daya genetik itu dengan cara kita daftarkan ke pusat sehingga nanti tidak bisa diklaim pihak lain,” kata Juaidi kepada tim distan.babelprov.go.id di ruang kerjanya usai membuka Rapat Percepatan Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Unggul Lokal menjadi Varietas Ungul, Selasa (18/05/2021).

Teh Tayu merupakan teh hijau dan produk komoditas perkebunan yang hidup dan tumbuh di Kabupaten Bangka Barat. Tayu sendiri merupakan nama salah satu dusun yang berada dalam wilayah hukum Desa Ketap Kecamatan Jebus tempat teh tersebut dibudidayakan.

“Teh Tayu ini merupakan teh dataran tinggi China yang dibawa oleh pekerja China di zaman Belanda dulu dan ditanam di Bangka Belitung dan sudah beradaptasi selama ratusan tahun. Karena sudah beradaptasi dengan tanah dan iklim Bangka Belitung sehingga teh tersebut menjadi spesifik,” ujar Juaidi.

Juaidi menyebutkan bahwa Teh Tayu merupakan komoditas potensial dan menjanjikan di masa depan. Karena itu keberadaan komoditas tersebut harus dijaga dan dilindungi agar tetap ada dan mendapat pengakuan negara sebagai sumber daya genetic asli Kepulauan Bangka Belitung.      

“Syukur-syukur Teh Tayu itu nanti bisa menjadi sumber daya genetic atau plasma nutfah ke depan yang tidak hanya untuk dikembangkan tapi juga untuk dimodifikasi. Kalau ada sumber daya genetic yang unggul mungkin nanti bisa disilangkan dengan yang lain. Pengembangan tanaman ini kan sekarang sudah canggih tidak hanya melalui pendekatan secara genetic vegetative dan generative tapi juga sudah banyak teknologinya, bisa dengan kultur jaringan, bisa dengan cloning, bisa dengan rekayasa genetika dan jika sudah masuk rekayasa genetika maka genetik yang unggul dari Teh Tayu tadi bisa dikombinasikan,” tandas Juaidi.*)