PANGKALPINANG – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM menyerahkan belasan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Pengurus Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) dalam wilayah Provinsi Babel, Rabu (16/08/2023).
Bantuan alsintan yang terdiri dari 12 unit cultivator dan 7 unit power thresher itu didanai APBD Provinsi Babel Tahun 2023.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM berharap alsintan yang dibantu itu dapat berdampak pada peningkatan produktifitas usaha tani di tingkat lapang.
"Artinya sebelum dan sesudah menerima (alsintan) harus ada beda (peningkatan produktifitas-red)," kata Edi dalam arahannya sebelum menyerahkan alsintan di ruang rapat bawah Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel.
Karena itu mantan Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah tersebut minta para Pengurus Poktan, Gapoktan dan UPJA untuk memanfaatkan alsintan tersebut seoptimal mungkin. Apalagi bantuan alsintan yang diberikan pemerintah ia sebut sudah sangat banyak.
"Saya pikir pemerintah ini tidak kurang-kurang (memberikan bantuan alsintan) kalau dihitung (jumlahnya) alsintan ini nggak tahu (lagi) berapa jumlahnya se- Bangka Belitung ini. Pertanyaan saya, ini sudah berdampak belum terhadap peningkatan produksi. Itu saja. Kalau ini ternyata tidak berdampak signifikan berarti percuma kita bantu," ujarnya didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Asdianto SP MT.
Pada kesempatan itu Edi juga mengingatkan petani terkait kemajuan teknologi di sektor pertanian yang semakin canggih dan memberikan keuntungan bagi kegiatan usaha tani. Salah satunya terkait ongkos produksi yang tidak lagi besar dikeluarkan petani dibandingkan dengan cara bertani tradisional
"Nah, fungsi dari pada cultivator dan power thresher itu juga sama (untuk mengurangi ongkos produksi-red). (Contoh) yang cultivator tentu untuk membuat bedengan (petani) tidak perlu nyangkul-nyangkul, yang satu hari (upaha tenaga kerja) perlu biaya berapa. Karena itu tolong dijaga dan dirawat sebaik mungkin alsintan ini," imbuhnya.seraya mengaku optimis jika dukungan alsintan pada kegiatan usaha tani di Babel ke depan juga dapat mengurangi ketergantungan daerah ini akan komoditi pangan luar daerah.
"Tugas kita sekarang memperkecil biaya produksi. Kenapa (harga) komoditi pangan secara umum di Babel masih kalah dengan provinsi lain. Selama masih seperti ini (cara bertani tradisional-red) terus maka jangan disalahkan kalau produk Palembang, Lampung itu datang karena satu kilo cabe di sana katakanlah hanya ketemu di tujuh ribu sementara di Bangka (misalnya) lima belas ribu. Karena (upah) tenaga kerja 150 ribu sehari di sini tidak mau tapi di sana 70 ribu saja mau," tandasnya.
Sementara itu para petani mengaku bersyukur dan gembira dengan diterimanya bantuan alsintan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi itu. Salah satunya Mudir Saputra, Ketua UPJA Maju Bersama Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Ia berjanji akan memanfaatkan alsintan itu secara optimal dan merawatnya dengan baik agar nanti dapat bertahan lama.
"Sekali lagi kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan ini. Mudah - mudahan alat ini dapat memberikan manfaat untuk petani kami," katanya.*)