SEORANG pria paruh baya berdiri di muka pintu. Bercelana panjang tanpa mengenakan baju, lelaki bertubuh agak kurus dan berkulit sedikit legam itu tampak sumringah menyambut kehadiran tim pengawalan benih padi bantuan pemerintah di kediamannya, Kamis (10/06/2021) pagi.
“Silahkan masuk bapak dan ibu,” katanya ramah.
Pria yang belakangan diketahui bernama Japri itu merupakan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Prasasti Karya Bersatu Desa Kota Kapur Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Gapoktan yang ia nakhodai membawahi enam kelompok tani (poktan). Ada sekitar 240 petani yang menjadi anggotanya.
“Sekitar 240 orang anggota gapoktan dari enam kelompok tani. Alhamdulillah dari tahun-tahun kemarin anggota kami sudah banyak perubahannya terutama ketika ada kawan-kawan petani yang berhasil semakin memacu semangat yang lain (untuk mengolah sawah),” katanya memulai obrolan.
Japri mengatakan benih padi yang dibantu pemerintah pusat dan dikawal Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu memang mereka tunggu. Pasalnya musim tanam kian dekat dan didukung cuaca yang sangat bersahabat.
“Benih padi ini datang di waktu yang sangat tepat. Saat ini kami baru menyemprot dan membersihkan lahan tapi benihnya sudah datang duluan. Ini sangat pas,” lanjut Japri seraya mengenakan kaos berwarna biru ke tubuhnya.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya, bantuan benih padi untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai didistribusikan, Selasa (08/06/2021) lalu. Bantuan benih yang didanai APBN 2021 itu didistribusikan pada 77 kelompok tani padi sawah yang tersebar pada lima kabupaten dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk memastikan benih diterima oleh petani dengan baik dan cukup, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP menerjunkan tim untuk mengawal benih padi bantuan itu hingga ke titik bagi.
Gabungan Kelompok Tani Prasasti Karya Bersatu Desa Kota Kapur Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka merupakan salah satu penerima bantuan benih padi tersebut. Benih padi yang dibantu ke gapoktan tersebut Varietas Mekongga sesuai dengan usulan petani.
“Kalau pengalaman tahun kemarin mekongga lebih bagus. Banyak permintaan dari petani agar mekongga. Mudah-mudahan tahun ini pun hasilnya bagus dan berlipat,” ujar Japri didampingi Penyuluh Pertanian Chandra Purnama.
Menurut Japri Gapoktan Prasasti Karya Bersatu mengelola lahan sawah seluas 134 hektar. Japri menargetkan musim tanam tahun ini lahan sawah seluas itu bisa digarap semua oleh anggota kelompok tani.
“Tahun ini 99,9 persen kami harapkan bisa tergarap lahan sawah tersebut. Kami sudah umumkan di masjid. Alhamdulillah selama ini hasil panen padi yang kami kelola cukup membantu memenuhi kebutuhan beras terutama saya sendiri yang sudah tidak pernah beli lagi beras di toko,” ujar Japri tersenyum sembari mengakhiri obrolannya.*)