PANGKALPINANG – Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM mengatakan kegiatan sensus pertanian (ST) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun ini memiliki nilai penting bagi pembangunan pertanian ke depan.
Pasalnya data yang didapat dari hasil sensus itu nanti akan mempengaruhi berbagai kebijakan pemerintah terutama yang terkait dengan perencanaan program dan kegiatan pada sejumlah subsektor pertanian.
“Yang jelas data ini sangat kita butuhkian. Mudah-mudahan nanti di akhir tahun ini sudah dirilis dan bisa dipublish sehingga data sensus pertanian tahun 2023 ini sudah bisa kita dapatkan,” kata Edi ketika memberikan sambutan saat membuka Sosialisasi Sensus Pertanian Tahun 2023 di aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Senin (19/06/2023) pagi.
Menurut Edi pemerintah sangat berkepentingan dengan data sensus itu nanti. Selain itu berbagai stakeholders terkait juga telah menunggu publikasi data sensus tersebut untuk mengetahui gambaran kondisi pertanian saat ini.
“Ada beberapa direktorat jenderal yang sudah wanti-wanti untuk mengawal (kegiatan sensus) ini. Yang saya terima dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kementerian Pertanian) sudah minta supaya kita itu ikut mengawal. Karena itu pentingnya Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mengetahui data populasi ternak, data kematian ternak, daya usaha peternakan dan lain-lain,” ujarnya.
Pentingnya kegiatan sensus pertanian juga diungkapkan Kepala BPS Provinsi Babel Toto Haryanto Silitonga SSi MEng. Karena itu ia memastikan pendataan yang dilakukan petugas sensus dilakukan sedetail mungkin sehingga tidak ada yang tidak tercatat.
“Motto kami bahwa yang namanya sensus tidak ada seorang pun yang tidak tercatat. Kami punya istilah no one left behind. Jadi tidak ada yang terlewatkan,” kata Toto.
Toto menerangkan kegiatan sensus pertanian tidak saja dilakukan di Indonesia. Berbagai negara lain di belahan dunia juga melakukan hal serupa dalam rangka memperbaiki data pertanian pada masing-masing negara tersebut.
“Tahun ini 2023 ada 18 negara yang melakukan sensus pertanian bersama dengan Indonesia. Indonesia bagian dari FAO (food agriculture organization). Jadi di FAO itu harus melakukan program kegiatan. Salah satunya program kegiatannya adalah bagaimana melakukan world agriculture census. Itulah yang dilakukan semua anggota FAO,” tandasnya.*)