PANGKALPINANG — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk menyikapi kenaikan harga sejumlah pangan pokok, khususnya daging ayam, yang dalam enam pekan terakhir masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang telah ditetapkan pemerintah.

Rakor tersebut digelar di ruang pertemuan lantai satu Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel, Selasa (15/9/2026), dan dipimpin langsung Kepala DPKP Provinsi Babel Kurniawan.

Turut hadir Asisten Sekda Babel Bidang Administrasi Umum Elius Gani, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel, serta pimpinan instansi vertikal terkait.

Kepala DPKP Provinsi Babel Kurniawan mengatakan, kenaikan harga daging ayam menjadi salah satu perhatian utama Satgas Pangan karena harga jual di tingkat konsumen masih berada cukup jauh di atas HAP yang telah ditetapkan.

"Sudah enam minggu berkisar di harga Rp 48.213. Itu (harga) rata-rata (per kilogram). Ada yang Rp 45 ribu, ada yang Rp 43 ribu, (tapi masih) jauh di atas HAP konsumen yang telah ditetapkan yaitu Rp 40 ribu,” kata Kurniawan dalam rakor tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya disparitas harga yang cukup signifikan. Berdasarkan rata-rata harga tersebut, selisih dengan HAP konsumen mencapai sekitar Rp 8.213 per kilogram.

"Jadi ada disparitas sekitar 20,5 persen," ujarnya.

Kurniawan menegaskan, kondisi harga tersebut perlu menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor untuk mengetahui faktor yang menyebabkan harga daging ayam bertahan tinggi sekaligus menentukan langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan di Babel.

"Bagaimana kita menyikapi (kenaikan harga daging ayam) ini. Rapat kali ini adalah tindak lanjut menyikapi fenomena tingginya harga daging ayam di semua kabupaten kota yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," tandasnya seraya menambahkan melalui rakor Satgas Pangan ini, diharapkan dapat merumuskan langkah konkret dalam merespons perkembangan harga pangan, khususnya daging ayam, serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.*)