PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Kurniawan menegaskan pentingnya penguatan kapasitas aparatur daerah dalam menyusun Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) atau Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan guna menghasilkan data pangan yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Penegasan tersebut disampaikan Kurniawan di hadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan FSVA, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Tanjung Pesona Kantor Gubernur Babel tersebut dihadiri para pengolah data daerah dari kabupaten dan kota, termasuk perwakilan terkait dari sejumlah perangkat daerah dan instansi vertikal. Ikut mendampingi Kurniawan, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Provinsi Babel Arief Febrianto. Sementara yang bertindak sebagai narasumber, Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional Rachmad Firdaus.

Menurut Kurniawan, FSVA penting sebagai dasar perumusan kebijakan intervensi kerentanan pangan di daerah. Dokumen FSVA ia sebut sangat strategis dalam rangka memetakan daerah yang rawan dan rentan pangan.

"FSVA merupakan instrumen strategis yang menyediakan data komprehensif terkait ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan, sekaligus memetakan wilayah-wilayah yang rentan terhadap rawan pangan," ujarnya. 

Kurniawan mengatakan, FSVA menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam menentukan lokus program dan mengambil kebijakan intervensi pangan yang tepat sasaran. Penguatan kapasitas petugas melalui bimtek tersebut diyakini dapat meningkatkan pemahaman teknis aparatur pengolah data agar mampu memahami metodologi penyusunan secara utuh. Karenanya seluruh peserta diimbau untuk mengikuti kegiatan secara sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi demi meningkatkan kualitas data pangan daerah.

"Apabila ada kendala di tempat tugasnya masing-masing dapat disampaikan di sini agar kita bisa menyajikan data yang komprehensif tentang kerentanan dan kerawanan pangan," ujarnya.

Pemerintah tambah Kurniawan, menaruh harapan besar terhadap peningkatan kualitas peta ketahanan dan kerentanan pangan di berbagai daerah. Melalui penyelenggaraan pelatihan intensif, upaya penanggulangan kerawanan pangan di tingkat nasional diyakini bakal berjalan jauh lebih efektif.

"Jadi kami berharap dalam kegiatan ini, goal-nya kita berharap hasil diskusi kita dapat meminimalisir kerawanan pangan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," tandasnya.*)