BANGKA TENGAH – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM menyambangi peserta Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP) di Desa Cambai Selatan Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (19/07/2022).

Kehadiran Edi di tempat itu untuk memotivasi lima belas petani sayuran yang menjadi peserta SL-GAP yang berlokasi di Gapoktan Aneka Bersama tersebut.

Sebagai informasi SL-GAP tersebut diselenggarakan UPTD Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan (PMKP) Povinsi Kepulauan Bangka Belitung dan cabai menjadi komoditi yang disasar untuk diterapkan prinsip GAP.

“Mudah-mudahan para peserta SL dapat menyerap pengetahuan yang didapat selama kegiatan berlangsung,” kata Edi kepada distan.babelprov.go.id pagi tadi.

Menurut Edi GAP sangat penting diterapkan oleh petani di lapangan. Pasalnya melalui GAP petani diajarkan cara budidaya yang baik dan benar agar usaha tani yang dihasilkan ramah lingkungan dan aman dikonsumsi.

“(Misalnya) dalam SL-GAP ada upaya (materi-red) pemberian pestisida nabati atau pun pupuk organic (pada tanaman),” ujar Edi.

Karena itu Edi mendorong para petani yang menjadi peserta SL-GAP untuk serius mengikuti sekolah lapang tersebut. Ia mengatakan penerapan GAP dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan maupun kesejahteraan petani.

“Di kelompok ini (Gapoktan Aneka Bersama) misalnya, sudah ada beberapa komoditi yang masuk prima 3 (penilaian yang diberikan terhadap pelaksana usaha tani dimana produk yang dihasilkan aman di konsumsi),” kata Edi seraya menambahkan SL-GAP tersebut akan dievaluasi ketika kegiatan itu sudah berakhir nanti.

“Tentu nanti kita evaluasi apa hasil dari empat kali pertemuan ini. Kalau kita mengukurnya sekarang tidak bisa. Nanti setelah kegiatan baru kita bisa evaluasi, misalnya petani itu yang awalnya seperti apa dan setelah SL seperti apa (pemahaman petani terkait budidaya tanaman yang baik dan benar),” tandas Edi.*)