PANGKALPINANG — Suksesnya kontes durian yang dihelat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Desa Pelangas Kabupaten Bangka Barat pada 9 Juli 2026 lalu, ditindaklanjuti Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia dengan menggelar Bimbingan Teknis Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman, Kamis (30/7/2026)
Acara ini dibuka langsung Kepala PPVTPP Kementan Leli Nuryati di Kantor Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Babel di Pangkalpinang.
Turut hadir Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB) Irman Hasan mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kurniawan.
Peserta bimtek terdiri dari berbagai unsur termasuk para Pengawas Benih Tanaman yang bertugas di UPTD PSMB dan pejabat terkait perwakilan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Provinsi Babel. Selain itu para petani lokal yang keluar sebagai juara dalam kontes durian juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Kepala UPTD PSMB Provinsi Babel Irman Hasan menyampaikan apresiasi dan penghargaan dengan diselenggarakannya Bimtek tersebut. Ia mengatakan kegiatan itu penting dalam rangka melindungi varietas tanaman lokal.
"Karena itu kami menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan penuh PPVTPP terhadap perlindungan varietas lokal daerah," kata Irman.
Irman mengungkapkan, saat ini sudah ada setidaknya 14 varietas durian dari berbagai kabupaten di Provinsi Babel yang telah diajukan proses pendaftarannya. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi kekayaan sumber daya genetik lokal agar memiliki kekuatan hukum dan identitas resmi.
"Bimtek ini menjadi momentum penting untuk mengangkat durian lokal unggul Bangka Belitung ke kancah nasional secara legal dan terstandar," ujarnya.
Selama bimbingan teknis berlangsung, para peserta mendapatkan materi praktis yang sangat aplikatif untuk mendukung tugas kepengawasan dan pendataan di lapangan, diantaranya peserta diperkenalkan pada platform digital Siperintis yang dirancang untuk mempermudah, mempercepat, serta mendigitalisasi proses pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman. Selain itu peserta bimtek juga dilatih secara mendalam mengenai tata cara mengidentifikasi karakterisasi varietas tanaman serta teknik mendokumentasikannya secara akurat, sehingga memenuhi standar penilaian yang ditetapkan oleh PPVT.
"Harapan ke depan melalui penyelenggaraan kegiatan ini, agar kapasitas serta PBT semakin meningkat. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pemerintah kabupaten dan UPTD PSMB untuk mempercepat proses pendaftaran dan pelepasan varietas, khususnya varietas lokal unggul yang menjadi kebanggaan serta aset kekayaan alam Bangka Belitung," tandas Irman.*)