PANGKALPINANG – Kementerian Pertanian memberikan penghargaan untuk Petani dan Penyuluh Pertanian Teladan serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Berprestasi dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (29/08/2022) malam.

Penghargaan yang diserahkan langsung Menteri Pertanian (Mentan) Prof Dr Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam acara Sarasehan Petani Milenial 2022 di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta Selatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM.

Untuk kategori petani teladan penghargaan diterima oleh Chendra Djajawiguna dari Kabupaten Bangka Barat dan penyuluh pertanian teladan didapat Ali Murtadlo STP dari Kabupaten Bangka Tengah. Sementara untuk kategori gapoktan berprestasi penghargaan diberikan kepada Gapoktan Patera Tani dari Kabupaten Bangka dan untuk BPP berprestasi diterima BPP Mendo Barat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM mengaku bangga atas diterimanya sejumlah penghargaan oleh petani, penyuluh dan kelembagaan petani dan penyuluhan tersebut dari Mentan SYL.

“Ini luar biasa dan saya bangga. Ada empat kategori yang kita dapat tahun ini,” kata Edi.

Edi mengatakan penghargaan yang diberikan Mentan SYL itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kinerja dan prestasi petani dan penyuluh di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karena itu ia minta prestasi tersebut dipertahankan sekaligus mendorong petani dan penyuluh pertanian yang lain untuk meningkatkan kinerja agar dapat memperoleh apresiasi serupa ke depan.

“Kalau kinerja baik pemertinah memberikan apresiasi dan reward. Mungkin nanti para bupati (di kabupaten masing-masing) juga akan memberikan reward kepada mereka,” ujar Edi.

“Tanggal 7 September 2022 (mereka yang mendapatkan penghargaan) secara khusus akan bertemu Bapak Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dalam acara Temu Teknis Penyuluh Pertanian se Provinsi kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang,” tambahnya.

Sementara itu Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong petani milenial untuk tetap kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global yang mengancam ketahanan pangan nasional. SYL berharap, anak muda mampu menggagas ide besar dalam meciptakan peluang baru di masa yang akan datang.

"Petani milenial itu harus kreatif dan aktif, jangan mau kalah sama petani kolonial. Yang namanya petani milenial itu punya pergaulan dan bergaulan dengan orang-orang baik. Yang saya senang dari petani milenial itu tidak mau kalah. Inilah saatnya kita gas pol," ujar SYL sebagaimana dikutip dari liputan6.com edisi Selasa tanggal 30 Agustus 2022.

Menurut SYL, kondisi dunia saat ini membutuhkan tangan-tangan kreatif anak muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Apalagi Indonesia sebagai negara besar memiliki tanah yang subur dan bisa ditanami apa saja yang dibutuhkan masyarakat dunia.

"Dunia mengharapkan kita dan pangan Indonesia harus menjadi sesuatu yang berarti. Karena itu yang pertama mitigasi tantanganmu, kedua adaptasi dan yang ketiga adalah hadapi tantangan ini secara bersama-sama," katanya.

SYL mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global. Indonesia bahkan harus bisa keluar dari zona merah dunia dan cengkeraman krisis lainya yang datang silih berganti.*)