PANGKALPINANG -- Pemerintah membuka pendaftaran Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit Tahun 2026 dengan kuota nasional sebanyak 5.000 orang. Program kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini secara khusus membidik anak-anak dari keluarga yang terhubung langsung dengan industri sawit di berbagai daerah, termasuk di Negeri Serumpun Sebalai, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Erico Febriandi, Verifikator Beasiswa SDM Sawit Wilayah Babel sekaligus Ketua Tim Kerja Tanaman Tahunan dan Penyegar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel, menjelaskan bahwa sasaran program ini cukup luas. Selain anak petani dan buruh kebun sawit, beasiswa ini juga menyasar anak-anak pekerja pabrik kelapa sawit, hingga putra-putri Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Anak ASN boleh ikut mendaftar dengan syarat harus memiliki kebun sawit sendiri,” kata Erico saat memberikan penjelasan terkait syarat kepesertaan program tersebut, Senin (8/6/2026).
Ia mengatakan, Beasiswa SDM Sawit merupakan langkah strategis untuk mencetak tenaga profesional. Fokus utama program adalah pendidikan vokasi dan akademik yang dirancang untuk menjawab tantangan serta kebutuhan industri kelapa sawit di masa depan.
“Beasiswa ini adalah upaya nyata pemerintah untuk menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia dengan mencetak generasi muda yang kompeten dan inovatif," jelasnya.
Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit dibuka secara daring melalui tautan sdmperkebunan.bpdp.or.id hingga 20 Juni 2026. Erico menyebutkan, beasiswa ini menanggung penuh biaya pendidikan, uang saku, uang buku, akomodasi transportasi mahasiswa serta biaya wisuda. Tak hanya itu, para lulusan nantinya akan dibekali sertifikat kompetensi dan program magang di perusahaan industri kelapa sawit.
“Karena itu kami sampaikan, mumpung masih ada waktu silahkan daftar,” tandasnya.*)