PANGKALPINANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr Drs Naziarto SH MH mengapresiasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) yang menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Apresiasi tersebut disampaikannya dalam Rakor Koodinasi (Rakor) Penanganan PMK se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Pertemuan Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (01/09/2022).
Turut hadir dalam rakor tersebut Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansyah SPd MAP MM serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drh Judnaidy.
Naziarto mengatakan keberhasilan kerja satgas tersebut tergambar dari angka hewan ternak yang tertular PMK yang terus berkurang dari hari ke hari. Ia menyebutkan hingga tanggal 30 Agustus 2022 jumlah sapi yang sakit akibat terinfeksi PMK cuma tersisa 39 ekor. Sedangkan kambing tidak ada lagi yang sakit akibat PMK. Sementara jumlah sapi yang sembuh mencapai 3.638 ekor dan kambing sebanyak 273 ekor dari total kasus 4.092 ekor.
“Artinya secara kualitas Satgas PMK yang ada di kabupaten dan kota dan provinsi sudah bekerja dengan baik.,” kata Naziarto.
Karena itu mantan Sekda Bangka Selatan tersebut mengapresiasi kerja seluruh tim yang terlibat dalam penanganan PMK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengatakan kerja tim yang tergabung dalam satgas tersebut sangat efektif sehingga mampu mempersempit penyebaran PMK.
“(Karena) itu saya sangat berterima kasih kepada para petugas-petugas satgas yang ada di kabupaten dan kota maupun provinsi atas efektifitas kerja yang dilakukan sehingga penanganan PMK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin membaik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu secara khusus Naziarto juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas kecepatan penyampaian laporan data PMK ke Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya pihak pusat memberikan penghargaan atas kecepatan pelaporan yang disampaikan tersebut.
“Yang paling cepat pelaporannya Papua Barat kemudian Papua dan ketiga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru yang lain menysusul. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan surprise dari Pak Dirjen Bangda bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk provinsi pelaporan yang paling cepat untuk tingkat pusat. Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mampu mengkoordinir Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota untuk mendapatkan data-data tersebut,” terangnya.
Dalam rakor tersebut Naziarto minta Satgas PMK untuk terus memonitor hewan ternak di tingkat peternak. Menurutnya monitoring tersebut penting dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut agar tidak meluas.
“Sehingga kita bisa mengantisipasi kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu.*)