PANGKALPINANG – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM menghadiri penyerahan bantuan dan melakukan tanam bersama benih kopi di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudatul Mutaalimin Desa Jelutung Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (11/01/2023).

Benih kopi Varietas Robusta Propelegitim yang diberikan kepada ponpes tersebut merupakan bantuan Balai Pengkajian Tekonoligi Petranian (BPTP) Babel dengan jumlah 10.713 batang

Sejumlah pejabat terkait hadir pada kegiatan itu, diantaranya Bupati Bangka Tengah  Algafry Rahman, ST, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian  (BBP2TP) Kementerian Pertanian Dr Ir Fery Fahrudin Munier MSc IPU dan Kepala BPTP Bangka belitung Dr Agus Wahyana Anggara SSi Msi serta Pimpinan Pondok Pesantren Raudatul Mutaalimin Albaisuni Ustad Marjuin.

Kepala BBP2TP Dr Ir Fery Fahrudin Munier MSc IPU mengatakan bantuan kopi itu sengaja diberikan kepada Raudatul Mutaalimin Albaisuni dalam rangka mendukung pengembangan wilayah agribisnis tanaman kopi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karena itu ia berharap tanaman kopi itu nanti dapat tumbuh dengan baik sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan tanaman kopi di area ponpes termasuk masyarakat daerah sekitar.

“(Sekaligus dapat meningkatkan) kemampuan para santri dan satriwati terhadap pertanaman kebun kopi makin menjadi lebih baik lagi, “ kata Fery.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Povinsi Babel Edi Romdhoni SP MM. Edi mengatakan kegiatan tanam bersama benih kopi di Ponpes Raudatul Mutaalimin Albaisuni itu dapat dijadikan sebagai momentum penting bagi bangkitnya kopi di Babel.

“Karena itu mari cintai kopi Bangka Belitung,” ajak Edi.

Kepala Seksi Sertifikasi Benih UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB) Provinsi Babel Sugiansyah SP memastikan benih kopi yang dibagikan itu telah tersertifikasi. Ia mengatakan bahwa ada jaminan mutu terhadap benih kopi tersebut karena telah melalui serangkaian pemeriksaan oleh petugas terkait.

“Kita berharap bahwa masyarakat Jelutung dapat menggunakan bibit yang telah disertifikasi sehingga mutunya terjamin. Dengan bibit kopi yang bermutu maka produsen dan penerima kopi akan merasa puas dengan hasil yang diharapkan nantinya,” kata Sugiansyah.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Raudatul Mutaalimin Albaisuni Ustad Marjuin mengaku telah menyediakan lahan untuk menanam benih kopi bantuan tersebut. Setidaknya ada dua hektar lahan yang telah  disiapkan pihak ponpes dalam rangka pengembangan kopi ke depan.

 “Dua hektar lahan untuk ditanami bibit kopi ini akan digunakan untuk kebutuhan ponpes sendiri dan masyarakat sekitar,” katanya.

Marjuin yakin tanaman kopi tersebut akan berkembang dengan baik. Karena itu ia minta seluruh pengurus dan santri yang ada di ponpes untuk merawat tanaman itu dengan baik.

“Semoga kedepannya dapat menjadi pendorong untuk ponpes dan santri berkarya lebih baik lagi, mengingat saat ini sudah ada 800 siswa di ponpes ini dan semakin hari semakin bertambah jumlah peminatnya sehingga perlu suatu pelatihan lapangan yang melibatkan langsung para santri di ponpes ini,” tandasnya.*)