PANGKALPINANG – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM minta petugas pengawas keamanan dan mutu pangan mengawasi ketat produk pangan yang beredar di masyarakat. Pengawasan tersebut sangat penting dalam rangka menjamin dan memastikan bahwa pangan masyarakat aman untuk dikonsumsi.
“Kenapa perlu pengawasan karena (ternyata) ada beberapa pangan segar asal tumbuhan kalau kita ambil sampel ada beberapa yang mengandung bahan-bahan berbahaya di atas ambang batas,” kata Edi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pemenuhan Komitmen Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT – PDUK) yang digelar UPTD Pengawas Mutu dan Keamanan Pangan (PMKP) di Hotel Bangka City Pangkalpinang, Rabu (26/10/2022).
Karena itu Edi minta petugas terkait untuk bekerja maksimal. Ia menegaskan pangan masyarakat yang sehat konsumsi wajib dipastikan agar tidak menimbulkan dampak kesehatan yang berbahaya.
“Bagaiamana (petugas) mengawasi supaya (pangan yang) sampai ke masyarakat dalam kondisi aman, baik dan sehat tentunya,” jelas Edi.
“Ini harus bersama-sama, harus kita jamin. Manusia (memang) butuh makan tapi yang dikonsumsi ini harus dijamin sehat dan baik serta dijamin tidak membahayakan,” sambungnya.
Edi mengakui peningkatan produksi merupakan tujuan utama dalam kegiatan usaha tani. Hanya saja kemananan dan mutu produk juga harus diperhatikan serta tidak boleh diabaikan.
“Maka dari mulai hulu harus didmpingi supaya dalam hal budidaya tidak serta hanya menghasilkan (berproduksi) sebanyak-banyaknya, menghasilkan uang sebanyak-banyaknya tapi harus memperhatikan ke mana, bagaimana kalau ini nanti dikonsumsi oleh masyarakat luas,” tandas Edi.*)