BANGKA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar kegiatan panen cabai di Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Senin (16/01/2023).

Kegiatan panen yang dihadiri Bupati Bangka Mulkan SH MH, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM dan Kepala BI Perwakilan Babel Budi Widihartanto itu merupakan rangkaian kegiatan Gerakan Pengendalian Inlfasi yang dilakukan BI di Negeri Serumpunj Sebalai.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM mengatakan Babel merupakan salah satu provinsi di tanah air dengan angka inflasi rendah saat ini. Menurut Edi rendahnya angka inflasi itu disebabkan ketergantungan daerah ini terhadap bahan pangan dari wilayah lain semakin berkurang karena produksi pangan dalam daerah semakin meningkat.

“Inflasi kita beberapa bulan yang lalu lima terbawah, (Sekarang) ini sudah masuk sepuluh terbaik se-Indonesia,” kata Edi.

Karena itu pemerintah terus mendukung petani meningkatkan produksi pangan pokok dalam daerah yang dapat mempengaruhi inflasi seperti cabai. Berbagai bantuan dikucurkan dan disebar ke sejumlah tempat termasuk di Kabupaten Bangka. Edi mencontohkan sepanjang tahun 2022 lalu misalnya ada bantuan cabai yang diberikan kepada petani melalui Kegiatan Pengembangan Kawasan Aneka Cabai. Kawasan aneka cabai seluas 20 hektar itu disebar ke Desa Dalil, Desa Bakam, Desa Air Duren, Desa Air Ruai dan Desa Jada Bahrin.

“Kemudian ada bawang merah 10 hektar untuk Kecamatan Mendo Barat, Kecamatan Pemali dan Kecamatan Bakam. Di penghujung tahun 2022 melalui Dana Insentif Daerah (DID) juga ada bantuan untuk Desa Zed seluas 2 hektar, Desa Kota Kapur 2 hektar, Desa Paya Benua 1 hektar, Desa Air Duren 0,5 hektar, Desa Penagan 0,5 hektar, termasuk bawang merah untuk Desa Paya Benua seluas 1 hektar,” jelasnya seraya menambahkan bantuan serupa untuk Kabupaten Bangka juga diberikan pada tahun ini.

“Tahun 2023 melalui dana APBN, Kementerian Pertanian (memberikan bantuan) untuk kawasan aneka cabai di Kabupaten Bangka seluas 20 hektar. Kemudian dari dana APBD Provinsi Babel untuk kawasan aneka cabai seluas 10 hektar untuk Kabupaten Bangka. Jadi total ada 30 hektar untuk Kabupaten Bangka,” jelasnya.

Edi berharap bantuan yang diberikan itu dapat dimanfaatkan maksimal oleh petani. Untuk itu ia mendorong pihak terkait untuk ikut serta mendukung kegiatan tersebut agar ketergantungan Babel terhadap cabai dari luar daerah dapat terus berkurang.

“Jadi itu kawan-kawan sekalian, para penyuluh pertanian, para petani siapkan kegiatan ini. Jangan sampai (gagal) dan tentunya akan menunjang sekali dalam rangka kita menekan inflasi,” tandasnya.*)