PANGKALPINANG -- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM mengatakan Negeri Serumpun Sebalai tidak akan kesulitan beras jika luas lahan sawah digarap secara maksimal.

Bahkan dari hitung-hitungannya Babel akan surplus beras jika seluruh lahan sawah ditanami padi karena angka produksi melebihi kebutuhan masyarakat dalam daerah.

“Ada 23 ribu hektar sawah kita yang potensi untuk kita garap. Jika IP (Indeks Pertanaman) ditingkatkan menjadi 200 dengan asumsi produksi 5 ton per hektar atau setara 4 ton beras maka kita akan dapat 184 ribu ton beras, sementara kebutuhan kita hanya sekitar 118 ribu ton per tahun,” kata Edi dalam Rapat Koordinasi Sensus Pertanian Tahun 2023 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Babel di Hotel Soll Marina, Selasa (20/12/2022).

Dijelaskan Edi total luas sawah produktif di Babel saat ini baru berkisar 7.955 hektar. Namun luas panen yang tercatat di BPS mencapai 15.910 hektar karena adanya peningkatan IP di lapangan.

“Jadi PR (Pekerjaan Rumah) kita masih ada 15.045 hektar (yang harus ditanami padi),” ujarnya.

Karena itu Edi mendorong petani sawah untuk menambah luas tanam. Ia meyakini ketergantungan Babel terhadap bahan pangan pokok tersebut akan semakin mengecil ke depan jika para petani menggarap maksimal lahan sawah yang mereka miliki.

“(Bahkan) kita bisa surplus, bisa jual (beras) keluar kalau sawah kita ditanami semua. Ayo tanam, tanam, tanam. Kalau yang sudah sekali (tanam) kita kasih semangat dua kali tanam bahkan sebenarnya bisa tiga kali,” serunya seraya menambahkan pemerintah tak pernah berhenti mendukung dan mengucurkan bantuan kepada sawah agar produksi terus berlipat.

“Tinggal petani kita (yang harus bersemangat untuk menanam). Bertanam padi itu untung. Ada petani yang datang ke kantor cerita, tiga kali tanam bisa beli mobil,” tandasnya.*)