PANGKALPINANG – Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, Rabu (06/07/2022) hari ini.
Rakor yang dipimpin Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah STP MT itu merupakan tindak lanjut atas terbitnya Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor 144/KB.310/M/6/2022 tanggal 30 Juni 2022 tentang Pembelian TBS Produksi Pekebun.
Selain itu rakor yang dlaksanakan secara online menggunakan alikasi zoom tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga pembelian TBS oleh pabrik kelapa sawit (PKS) dari pekebun swadaya minimal Rp 1.600 per kilogram sebagaimana keputusan rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tanggal 1 Juli 2022 yang lalu.
Hadir dalam rakor tersebut kepala dinas pertanian dan pejabat setingkat eselon tiga yang menangani subsektor perkebunan dari 22 provinsi penghasil kelapa sawit di Indonesia termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Saya minta ada data per perusahaan di setiap provinsi, sudah berapa volume (PKS yang membeli TBS-red) di atas komitmen itu 1.600 (rupiah per kilogram),” kata Andi.
Menurut Andi gambaran data terkait komitmen perusahaan yang membeli TBS penting dilaporkan dalam rangka mencari solusi jika ditemukan kendala di lapangan. Karena itu ia minta ada data yang jelas terkait kondisi lapangan yang sebenarnya.
“Grafik yang ditampilkan harus lebih informative lagi kalau bisa per provinsi. Terus volume harus kelihatan antara (petani sawit) yang mandiri dengan mitra harus tergambar berapa yang di atas 1.600 (rupiah) itu. Jangan-jangan keseimbangannya sudah mulai mengarah sudah dominan yang di atas 1.600 rupiah,” ujarnya seraya menambahkan data tesebut juga menjadi acuan bagi pusat untuk melakukan monitoring di lapangan nanti.
“Sehingga kita menerjunkan tim pada daerah-daerah yang memang pada klasifikasi merah (PKS beli TBS masih di bawah 1.600 per kilogram-red) sehingga ada pergerakan (ketika tim turun),” tambah Andi.
Pada kesempatan itu Andi menegaskan pemerintah terus berupaya keras untuk mengembalikan harga TBS kelapa sawit seperti semula. Terkait masih ada kendala di lapangan menurut Andi akan terus dimaksimalkan.
“Bahwa masih ada (harga) TBS ini yang belum terlaksana dengan baik terus kita maksimalkan,” tandasnya.*)