MENTARI tak bersinar terik Sabtu (7/3/2026) siang. Sinarnya meredup seiring turunnya rinai di Kota Pangkalpinang menjelang petang. Suasana di sekitar kediaman Joko, warga Kelurahan Air Mawar Kecamatan Bukit Intan pun sedikit gelap meski tidak pekat. Namun hal itu tak mengendorkan semangat Joko bersama anggota Kelompok Tani (Poktan)  Serba Ada 2 untuk memanen padi yang telah mereka tanam di area sempit sekitar kediamannya dua bulan lalu.

"Mudah-mudahan air hujan ini membawa berkah," katanya.

Joko kemudian bergegas mengambil alat panen. Ia berjalan ke areal tanam padi seluas 1,2 hektar diiringi beberapa anggota poktan lain yang cuma berjarak sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya.

" Sebetulnya luas lahan keseluruhan sekitar 4 hektar tapi yang kami tanami 1,2 hektar," ujar Joko di sela-sela panen. 

Turut serta mendampingi Joko, Ketua Tim Kerja Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Intan Fortuna. Selain itu juga hadir sejumlah penyuluh pertanian dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Babel dan Kota Pangkalpinang.

Joko menceritakan, awal mula tertarik menanam padi karena ingin mengolah lahan "terlantar" yang tidak termanfaatkan. Ia kemudian mengutarakan keinginannya itu kepada anggota kelompok tani lain hingga tercetus ide untuk bertanam padi. 

Dengan dukungan berbagai pihak terkait, keinginan itu pun akhirnya terwujud. Apalagi ada alat olah lahan yang dipinjamkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Awalnya berat karena lahannya kering dan bukan lahan sawah. Karena itu kami sangat terbantu dengan adanya peminjaman alat mesin pertanian berupa traktor roda dua untuk pengolahan lahan," ceritanya.

Tak cuma itu. Menurut Joko aktivitas tanam padi tersebut juga disokong pemerintah dengan pupuk bersubsidi untuk membantu tanaman agar tumbuh dengan baik.

“Alhamdulillah bantuan tersebut kami manfaatkan dan hari ini kelihatan hasilnya. Kami bisa panen,” ujarnya seraya menambahkan jumlah produksi belum dapat diprediksi karena belum diubin.

“Tadi tidak diubin karena petugas BPS berhalangan datang,” kata Katimker Tanaman Pangan Intan Fortuna.

Namun demikian perkiraan Intan produksinya lumayan banyak meski tidak setinggi jika ditanam di areal sawah.

“Petaninya pake varietas mapan yang potensi hasilnya bisa 10 ton, tapi karena ini ditanam di lahan kering maka agak kurang hasilnya, ditambah lagi pas saat pengisian buah, sempat kering beberapa minggu “ jelas Intan seraya mengapresiasi kerja keras Joko dan Anggota Poktan Serba Ada 2 tersebut.

“Mudah-mudahan semangat mereka dapat menjadi triger bagi petani lain,” tandasnya.*)