PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan ketahanan keluarga yang hebat menjadi penentu terwujudnya ketahanan nasional yang kuat.
Namun sebut Juaidi keluarga itu sendiri akan menjadi kuat jika didukung sumber daya manusia yang berkualitas.
Hal itu disampaikan Juaidi ketika menjadi pembicara pada Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pembangunan Keluarga dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Hak Anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (19/08/2021) siang.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu digelar secara online melalui video conference menggunakan aplikasi zoom dan dipandu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dr Muslim El Hakim Kurniawan ST MM.
"Untuk mencapai SDM berkualitas dan berdaya saing kami menyiapkan bagaiamana mengatur dan menguatkan sistem pangan mulai dari aspek ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan," kata Juaidi.
Menurut Juaidi aspek ketersediaan pangan terdiri dari banyak indikator diantaranya adalah produksi pangan domestik, cadangan dan perdagangan pangan serta penyediaan pangan berbasis sumberdaya lokal. Sedangkan akses pangan meliputi pemasaran dan logistik pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, bantuan pangan serta penanganan masyarakat miskin, rawan pangan dan gizi.
"Termasuk yang paling penting itu terkait dengan pemanfaatan pangan. Kenapa penting karena terkait dengan cakupan gizi," ujar Juaidi.
Juaidi menjelaskan berbagai strategi dan kebijakan telah dan sedang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mewujudkan penguatan keluarga berkualitas, diantaranya kegiatan Pekarangan Pangan Lestari, Pertanian Keluarga dan Pengembangan Industri Pangan Lokal.
"Kemudian ada juga kegiatan diversifikasi pangan lokal, lumbung pangan masayarakat, toko mitra tani, pasar murah, pengembangan jahe merah dan bantuan benih sayuran. Selain itu kami juga ada Gerakan Makan Sayur, Buah, Umbi-Umbian, Kacang-Kacangan dan Ayam Merawang yang disingkat Gema Sabuk Amang," jelas Juaidi seraya menambahkan kegiatan ketahanan pangan tersebut didukung penuh sektor pertanian.*