PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kurniawan, menegaskan pentingnya akurasi dan validitas data dalam penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA).
Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci utama agar program intervensi pemerintah dapat berjalan efektif.
Hal tersebut disampaikan Kurniawan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Validasi Data FSVA Tahun 2026 di Ruang Rapat Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Kamis (15/10/2026).
Turut mendampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan Arief Febrianto bersama sejumlah jajaran terkait.
"Jika data yang kita validasi hari ini akurat, maka program intervensi pemerintah seperti pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, dan distribusi bantuan pangan akan menjadi jauh lebih efektif dan tepat sasaran," kata Kurniawan dalam sambutannya.
Kurniawan menjelaskan, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar krusial dalam pembangunan daerah. Untuk merumuskan kebijakan yang tepat, pemerintah daerah membutuhkan alat diagnosis yang akurat, komprehensif, dan mutakhir.
"Di sinilah peran penting FSVA sebagai peta instrumen strategis untuk mengidentifikasi wilayah mana saja yang rentan rawan pangan serta apa faktor utama penyebabnya," ujarnya.
Ia menambahkan, peta ketahanan pangan yang baik hanya bisa dihasilkan dari proses pengolahan data yang valid dan objektif. Oleh karena itu, rakor validasi itu bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah krusial untuk mencakup tiga hal utama, diantaranya memastikan akurasi indikator ketahanan pangan dan menyelaraskan data sektoral antarlini guna mencegah terjadinya tumpang tindih informasi.
"Dan yang ketiga untuk menghasilkan peta final, yang benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan," tegasnya seraya berharap melalui koordinasi dan validasi data yang presisi tersebut, kebijakan serta bantuan pangan yang disalurkan ke depan dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang paling membutuhkan.*)