PANGKALPINANG – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM mengatakan Kegiatan Pengembangan Dapur Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dapat membantu mempercepat penurunan stunting di daerah.

Menurutnya stunting merupakan isu nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintah untuk segera diselesaikan secepat mungkin.

“Kasus stunting menjadi fokus Bapak Presiden dan B2SA meupakan salah satu kegiatan untuk menurunkan stunting dari sektor pertanian. Nanti mungkin dari kemenkes ada model yang lain,” kata Edi ketika membuka Rapat Koordinasi Kegiatan B2SA yang diselenggarakan Bidang Ketahanan Pangan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kamis (22/09/2022).

Karena itu Edi mengajak stakeholders terkait untuk membantu dan mendukung kegiatan B2SA. Ia mengatakan kebutuhan gizi berimbang sangat penting dalam rangka menekan angka stunting ke depan.

“Diharapkan melalui Dapur B2SA nanti bagaimana kita menyajikan menu yang bersumber dari pangan lokal tetapi nilai gizinya tidak kalah dengan sajian-sajian yag mewah,” ujarnya.

Edi menyebutkan generasi mendatang haruslah kuat dan sehat. Karena itu asupan gizi mereka harus disiapkan sejak dini agar nanti dapat menjadi penerus yang hebat dan cerdas.  

“Jadi (makanan) yang kita sajikan hari ini akan menentukan nasib bangsa di suatu saat nanti. Peran ibu-ibu sangat strategis dalam kegiatan B2SA ini. Kalau pemahaman ibu-ibu (makan itu) hanya sekedar kenyang maka nanti (yang disajikan) hanya mie instan. Padahal anak kita itu nanti akan menggantikan generasi kita,” katanya seraya menambahkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi gizi masyarakat dapat dilakukan melalui pemanfaatan pekarangan.

“Ibu-ibu tidak harus sibuk ikut berkebun dengan areal yang luas. Pekarangan dengan luasan enam kali tujuh itu bisa kita manfaatkan.,” tandasnya.*)